Daftar Lengkap 14 Negara yang Disurati Trump Beserta Tarifnya

Rabu, 09 Juli 2025 - 19:48 WIB
loading...
A A A
Ekonom Adam Ahmad Samdin dari firma riset Oxford Economics mengatakan kepada BBC, bahwa perpanjangan deadline tarif tidak mengejutkan karena perjanjian perdagangan seringkali membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan.

Pernyataan Trump seakan menjadi sinyal bahwa AS terbuka untuk melakukan pembicaraan perdagangan lebih lanjut, kata Vasu Menon dari bank OCBC. "Harapan bahwa Trump sekali lagi terlibat dalam taktik negosiasi, bukan ancaman tarif yang serius, menawarkan harapan bagi para investor," kata Tuan Menon.

Trump berargumen bahwa kebijakan tarif impor akan melindungi bisnis Amerika dari kompetisi asing dan juga meningkatkan industri manufaktur dan lapangan pekerjaan domestik. Namun ekonom mengatakan, bahwa langkah-langkah tersebut akan meningkatkan harga di AS dan mengurangi perdagangan.

Tercatat Jepang mengirim barang senilai lebih dari USD148 miliar ke AS pada tahun lalu, menjadikannya sebagai pemasok impor terbesar kelima Amerika, setelah Uni Eropa (UE), Meksiko, China, dan Kanada, menurut data perdagangan AS. Sementara Korea Selatan juga berada di 10 besar.

Baca Juga: Indonesia Belum Menyerah Negosiasi Tarif Trump 32%, Airlangga Terbang ke AS

Selain Korea Selatan dan Jepang, Trump juga mengumumkan rencana pengenaan tarif sebesar 40% pada barang-barang dari Myanmar dan Laos, tarif 36% pada barang-barang dari Thailand dan Kamboja, tarif 35% untuk produk impor Serbia dan Bangladesh, tarif 32% pada Indonesia, tarif 30% untuk produk Afrika Selatan dan tarif 25% pada barang-barang dari Malaysia dan Tunisia.

Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump

No.NegaraBagian dari Impor ASTarif BaruTrump
1.Jepang4,5%25%
2.Korea Selatan4%25%
3.Thailand1,9%36%
4.Malaysia1,6%25%
5.Bangladesh<1%35%
6.Bosnia & Herzegovina<1%30%
7.Kamboja<1%36%
8.Indonesia<1%32%
9Kazakhstan<1%25%
10.Laos<1%40%
11.Myanmar<1%40%
12.Serbia<1%35%
13.Afrika Selatan<1%30%
14.Tunisia<1%25%

Respons 14 Negara Terhadap Ancaman Terbaru Trump

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba mengatakan, pemerintahnya akan melanjutkan pembicaraan dengan AS untuk menyepakati kesepakatan yang menguntungkan kedua negara. "Sangat disayangkan bahwa pemerintah AS telah mengumumkan kenaikan tarif lebih lanjut, selain tarif yang telah dikenakan sebelumnya," ungkapnya.

Sedangkan Korea Selatan berencana untuk menggunakan perpanjangan tenggat waktu untuk memperintensifkan pembicaraan dengan AS. Dan Menteri Keuangan Thailand mengutarakan, bahwa dia yakin negaranya akan dapat mencapai kesepakatan untuk mendapatkan tarif yang sama dengan yang dikenakan pada negara lain.

Sementara itu Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa menentang, dengan menyebutkan tarif perdagangan lebih tinggi diberlakukan secara "sepihak" pada negaranya. Di sisi lain Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan, dalam beberapa hari ke depan, bakal menyusul lebih banyak surat yang mungkin dikirimkan Trump.

Dia membantah, bahwa perpanjangan tenggat waktu tarif dari 9 Juli ke 1 Agustus bisa mengurangi kekuatan ancaman Trump. "Telepon presiden (Trump), saya bisa katakan kepada Anda, tidak henti-hentinya berdering dari para pemimpin dunia yang terus memohon kepadanya untuk mencapai kesepakatan," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Rekomendasi
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved