Utang Luar Negeri Indonesia Makin Bengkak Tembus Rp7.080 Triliun
Senin, 14 Juli 2025 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dalam pengelolaan ULN secara hati-hati, terukur, dan akuntabel. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam konteks Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN diarahkan untuk mendukung sektor-sektor strategis. Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial menyumbang 22,3 persen dari total ULN pemerintah, diikuti oleh Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib atau 18,7 persen, serta Jasa Pendidikan 16,5 persen.
Baca Juga: Pengusaha Indonesia Ini Bangun Kekayaan Rp113 Triliun Tanpa Tambang, Mal atau Bank
Meskipun posisi ULN pemerintah tetap terkendali, hampir seluruh utang memiliki tenor jangka panjang, dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah. Sementara, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan, tercatat sebesar USD196,4 miliar pada Mei 2025, dengan penurunan sebesar 0,9 persen.
Kontraksi ini terutama disebabkan oleh ULN non-lembaga keuangan yang mencatat pertumbuhan negatif sebesar 1,2 persen, lebih rendah dibandingkan kontraksi 2,8 persen pada bulan sebelumnya. Sektor Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, serta Pengadaan Listrik dan Gas menjadi penyumbang terbesar ULN swasta, dengan pangsa mencapai 80,2 persen.
Dalam konteks Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN diarahkan untuk mendukung sektor-sektor strategis. Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial menyumbang 22,3 persen dari total ULN pemerintah, diikuti oleh Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib atau 18,7 persen, serta Jasa Pendidikan 16,5 persen.
Baca Juga: Pengusaha Indonesia Ini Bangun Kekayaan Rp113 Triliun Tanpa Tambang, Mal atau Bank
Meskipun posisi ULN pemerintah tetap terkendali, hampir seluruh utang memiliki tenor jangka panjang, dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah. Sementara, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan, tercatat sebesar USD196,4 miliar pada Mei 2025, dengan penurunan sebesar 0,9 persen.
Kontraksi ini terutama disebabkan oleh ULN non-lembaga keuangan yang mencatat pertumbuhan negatif sebesar 1,2 persen, lebih rendah dibandingkan kontraksi 2,8 persen pada bulan sebelumnya. Sektor Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, serta Pengadaan Listrik dan Gas menjadi penyumbang terbesar ULN swasta, dengan pangsa mencapai 80,2 persen.
Lihat Juga :