Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?

Selasa, 15 Juli 2025 - 11:33 WIB
loading...
A A A
Tak hanya itu, Argentina juga melakukan PHK massal Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya penghematan anggaran dan reformasi pemerintahan, meskipun detail jumlah dan sektor yang terdampak belum dipublikasikan secara rinci. Pakistan juga melakukan pengurangan pegawai negeri sipil untuk efisiensi anggaran dan restrukturisasi birokrasi, namun data spesifik terkait jumlah PHK belum tersedia.

Sementara, Indonesia menghadapi gelombang PHK besar-besaran di sektor swasta, mencapai sekitar 30.000 pekerja terkena PHK hingga Mei 2025. Berdasarkan laporan pemerintah, provinsi dengan jumlah PHK terbanyak adalah Jawa Tengah, Jakarta, dan Riau. Meskipun belum ada laporan resmi tentang PHK ASN massal di Indonesia, kekhawatiran mulai muncul di kalangan pegawai negeri.

PHK ASN di beberapa negara ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi dan penyesuaian anggaran pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik. Kebijakan ini juga diiringi dengan tawaran skema pengunduran diri sukarela bagi pegawai yang bersedia keluar lebih awal.

Baca Juga: Daftar K/L yang Ramai-ramai Minta Tambahan Anggaran di Tengah Kesulitan APBN, Ada Polri hingga Komdigi

Mengutip dari berbagai sumber, alasan utama di balik PHK besar-besaran pegawai negeri sipil di berbagai negara tahun ini berkaitan dengan efisiensi anggaran dan reformasi birokrasi. Banyak negara melakukan pengurangan ASN sebagai bagian dari penghematan belanja negara, seperti yang dilakukan Amerika Serikat dan Vietnam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Rekomendasi
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
BMKG Pantau Siklon Tropis...
BMKG Pantau Siklon Tropis NOUL, Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Berita Terkini
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved