Perkuat Ikatan BRICS, Brasil Tak Gentar Hadapi Ancaman Trump
Senin, 28 Juli 2025 - 22:01 WIB
loading...
Brasil bakal melawan ancaman tarif dari Presiden Amerika Serikat atau AS, Donald Trump dengan memperkuat ikatan di antara negara-negara BRICS. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Brasil bakal melawan ancaman tarif dari Presiden Amerika Serikat atau AS, Donald Trump dengan memperkuat ikatan di antara negara-negara BRICS . Hal ini disampaikan oleh seorang penasihat senior presiden Brasil seperti dilansir RT.
Sebelumnya Washington mengancam Brasil dengan tarif impor tinggi mencapai 50%, mengacu pada perlakuan terhadap mantan pemimpin negara Amerika Selatan itu, Jair Bolsonaro. Diketahui Mahkamah Agung Brasil memerintahkan mantan presiden sayap kanan Jair Bolsonaro untuk diadili atas dakwaan merencanakan kudeta.
Baca Juga: China Undang 30 Negara Bahas Dedolarisasi, Pimpin Langkah Global Akhiri Dominasi Dolar AS
Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Celso Amorim menyatakan bahwa tekanan AS "justru memperkuat hubungan kami dengan BRICS, karena kami ingin memiliki hubungan yang beragam dan tidak tergantung pada satu negara saja."
Dia menambahkan, bahwa Brasil juga sedang mengejar hubungan yang lebih dekat dengan mitra-mitra di Eropa, Amerika Selatan, dan Asia untuk memperluas opsi diplomatik dan ekonominya.
Amorim melayangkan kritik keras terhadap tindakan dan tekanan Trump yang dinilai campur tangan dalam urusan internal Brasil. Ia mengatakan, bahwa campur tangan itu lebih besar daripada apapun yang terlihat "bahkan pada masa kolonial.
"Saya rasa bahkan Uni Soviet tidak akan melakukan hal seperti ini," katanya sambil membantah bahwa BRICS adalah kelompok ideologis.
Baca Juga: Trump Tegaskan BRICS Akan Segera Bubar
Seperti diketahui Presiden AS telah mengancam bakal memberlakukan tarif pada anggota BRICS, serta menuduh kelompok itu sedang berusaha untuk merongrong hegemoni dolar.Trump menekankan, bakal mengenakan tambahan tarif 10% terhadap negara-negara yang "menyelaraskan diri" dengan blok BRICS, yang dianggapnya "anti-Amerika."
Sebelumnya Washington mengancam Brasil dengan tarif impor tinggi mencapai 50%, mengacu pada perlakuan terhadap mantan pemimpin negara Amerika Selatan itu, Jair Bolsonaro. Diketahui Mahkamah Agung Brasil memerintahkan mantan presiden sayap kanan Jair Bolsonaro untuk diadili atas dakwaan merencanakan kudeta.
Baca Juga: China Undang 30 Negara Bahas Dedolarisasi, Pimpin Langkah Global Akhiri Dominasi Dolar AS
Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Celso Amorim menyatakan bahwa tekanan AS "justru memperkuat hubungan kami dengan BRICS, karena kami ingin memiliki hubungan yang beragam dan tidak tergantung pada satu negara saja."
Dia menambahkan, bahwa Brasil juga sedang mengejar hubungan yang lebih dekat dengan mitra-mitra di Eropa, Amerika Selatan, dan Asia untuk memperluas opsi diplomatik dan ekonominya.
Amorim melayangkan kritik keras terhadap tindakan dan tekanan Trump yang dinilai campur tangan dalam urusan internal Brasil. Ia mengatakan, bahwa campur tangan itu lebih besar daripada apapun yang terlihat "bahkan pada masa kolonial.
"Saya rasa bahkan Uni Soviet tidak akan melakukan hal seperti ini," katanya sambil membantah bahwa BRICS adalah kelompok ideologis.
Baca Juga: Trump Tegaskan BRICS Akan Segera Bubar
Seperti diketahui Presiden AS telah mengancam bakal memberlakukan tarif pada anggota BRICS, serta menuduh kelompok itu sedang berusaha untuk merongrong hegemoni dolar.Trump menekankan, bakal mengenakan tambahan tarif 10% terhadap negara-negara yang "menyelaraskan diri" dengan blok BRICS, yang dianggapnya "anti-Amerika."
(akr)
Lihat Juga :