Menko Airlangga: Tak Ada Barter Pesawat dan Data Pribadi dalam Kesepakatan Tarif AS
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 09:39 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, kesepakatan tersebut merupakan bagian dari paket kerja sama strategis yang lebih luas, mencakup tarif dan hambatan nontarif, layanan digital, kerja sama komersial, serta pengelolaan mineral kritis. Indonesia bahkan menjadi negara pertama yang menyerahkan proposal tertulis kepada AS.
Dampak positif langsung mulai terlihat, salah satunya dengan kembalinya pesanan ekspor dari AS yang sebelumnya tertunda. "Spring order dari AS mulai masuk lagi. Ini penting agar siklus produksi kita tetap terjaga," katanya.
Ia juga mendorong pelaku UMKM dan industri kreatif untuk memanfaatkan peluang ekspor melalui e-commerce. Menurutnya, ekspor tidak selalu harus dilakukan dalam skala besar, tetapi bisa dimulai dari produk-produk unik dan bernilai kreatif tinggi.
"Kesepakatan ini adalah solusi yang saling menguntungkan, bukan kemenangan sepihak. Kalau kita punya peluang pasar tapi tidak bisa mengisinya, tentu akan diambil negara lain. Maka industri kita harus siap," jelas Airlangga.
Dampak positif langsung mulai terlihat, salah satunya dengan kembalinya pesanan ekspor dari AS yang sebelumnya tertunda. "Spring order dari AS mulai masuk lagi. Ini penting agar siklus produksi kita tetap terjaga," katanya.
Ia juga mendorong pelaku UMKM dan industri kreatif untuk memanfaatkan peluang ekspor melalui e-commerce. Menurutnya, ekspor tidak selalu harus dilakukan dalam skala besar, tetapi bisa dimulai dari produk-produk unik dan bernilai kreatif tinggi.
"Kesepakatan ini adalah solusi yang saling menguntungkan, bukan kemenangan sepihak. Kalau kita punya peluang pasar tapi tidak bisa mengisinya, tentu akan diambil negara lain. Maka industri kita harus siap," jelas Airlangga.
(nng)
Lihat Juga :