Menko Airlangga: Tak Ada Barter Pesawat dan Data Pribadi dalam Kesepakatan Tarif AS
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 09:39 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, perlindungan data yang ketat inilah yang menjadi daya tarik perusahaan global seperti AWS, Microsoft, dan Google untuk menanamkan investasi pusat data di Indonesia.
Dia menegaskan kesepakatan terbaru Indonesia-AS menghasilkan penurunan tarif impor produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen dinilai penting untuk menjaga daya saing produk ekspor nasional di pasar AS yang sangat besar.
"Tarif 32 persen membuat produk kita jadi tidak kompetitif. Dengan tarif 19 persen, ekspor bisa berjalan lagi dan jutaan pekerja terselamatkan," ujar Airlangga.
Sektor-sektor padat karya seperti tekstil, garmen, alas kaki, elektronik, dan furnitur disebut sangat diuntungkan. Sektor ini menyerap 5,3 juta tenaga kerja langsung, dan secara tidak langsung berdampak pada 15 juta jiwa.
Ia juga menyebut, tarif 19 persen yang diterapkan AS terhadap produk Indonesia merupakan salah satu yang paling kompetitif di kawasan Asia Tenggara. "Malaysia saja dapat tarif 25 persen. Ini menunjukkan posisi tawar kita cukup kuat," imbuhnya.
Baca Juga: Kekuatan Ekonomi Global Berubah Arah, BRICS Bakal Ungguli G7 Tiga Kali Lipat di 2028
Dia menegaskan kesepakatan terbaru Indonesia-AS menghasilkan penurunan tarif impor produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen dinilai penting untuk menjaga daya saing produk ekspor nasional di pasar AS yang sangat besar.
"Tarif 32 persen membuat produk kita jadi tidak kompetitif. Dengan tarif 19 persen, ekspor bisa berjalan lagi dan jutaan pekerja terselamatkan," ujar Airlangga.
Sektor-sektor padat karya seperti tekstil, garmen, alas kaki, elektronik, dan furnitur disebut sangat diuntungkan. Sektor ini menyerap 5,3 juta tenaga kerja langsung, dan secara tidak langsung berdampak pada 15 juta jiwa.
Ia juga menyebut, tarif 19 persen yang diterapkan AS terhadap produk Indonesia merupakan salah satu yang paling kompetitif di kawasan Asia Tenggara. "Malaysia saja dapat tarif 25 persen. Ini menunjukkan posisi tawar kita cukup kuat," imbuhnya.
Baca Juga: Kekuatan Ekonomi Global Berubah Arah, BRICS Bakal Ungguli G7 Tiga Kali Lipat di 2028
Lihat Juga :