Pengiriman Minyak Iran Dihantam Sanksi, Teheran: AS Mengolok-olok Hukum Internasional

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 00:01 WIB
loading...
Pengiriman Minyak Iran...
Sebelumnya pada tengah pekan kemarin, AS menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 100 individu, perusahaan, dan kapal yang diklaim menjadi bagian dari kerajaan pengiriman minyak Iran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Iran mengutuk sanksi terbaru AS terhadap jaringan pengiriman minyaknya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei menuduh Washington berusaha melumpuhkan ekonomi Iran dan merugikan rakyatnya.

Sebelumnya pada tengah pekan kemarin, AS menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 100 individu, perusahaan, dan kapal yang diklaim menjadi bagian dari 'kerajaan pengiriman' yang dijalankan oleh pedagang Mohammad Hossein Shamkhani, putra seorang penasihat senior Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Washington menuduh bahwa Shamkhani dan jaringan pengiriman minyak Iran miliknya telah secara ilegal mengalirkan puluhan miliar dolar dalam pendapatan minyak ke Teheran. Di sisi lain, sanksi AS diyakini sebenarnya sebagai upaya untuk menekan ekonomi Iran.

"Sanksi sepihak dan ilegal AS terhadap Iran adalah tindakan kriminal yang melanggar prinsip dan norma dasar hukum internasional serta hak asasi manusia,” kata Baghaei dalam sebuah pernyataan resmi.

Baca Juga: Minyak Iran Mengalir Deras ke China, Cetak Rekor Tertinggi 1,8 Juta Barel per Hari

“Pemerintah AS harus bertanggung jawab atas pelanggaran berat yang diakibatkan oleh sanksi-sanksi ilegal ini," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Rekomendasi
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
Trump dan Presiden FIFA...
Trump dan Presiden FIFA Disoraki Penonton saat Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia 2026
Dokter Ungkap Penentu...
Dokter Ungkap Penentu Jenis Kelamin Bayi Bukan dari Ibu, tapi Ayah
Berita Terkini
Tipis, IHSG Dibuka Merayap...
Tipis, IHSG Dibuka Merayap Naik ke 6.197 saat 528 Saham Malas Bergerak
Daftar Harga Emas Termurah...
Daftar Harga Emas Termurah hingga Paling Mahal usai Jatuh Rp4 Ribu per Gram
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
IHSG Pekan Ini Berpeluang...
IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved