Pengiriman Minyak Iran Dihantam Sanksi, Teheran: AS Mengolok-olok Hukum Internasional

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 00:01 WIB
loading...
A A A
Digambarkan juga olehnya bahwa langkah-langkah tersebut sebagai “bukti jelas dari permusuhan para pengambil keputusan Amerika terhadap orang-orang Iran,”.

“Washington kecanduan terhadap unilateralisme serta cara-cara ilegal dan koersif untuk mencapai tujuan-tujuan yang tidak sah," sambungnya.

Baghaei balik menuding AS telah "mengolok-olok fondasi hukum internasional," dan mengatakan bahwa sanksi-sanksi tersebut "bertujuan untuk merusak perkembangan ekonomi Iran dan melanggar hak-hak dasar setiap warga Iran."

Sanksi-sanksi ini merupakan bagian dari kampanye terbarukan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri program pengayaan uranium Iran, yang ia klaim sebagai upaya diam-diam untuk membangun senjata nuklir. Sanksi ini mengikuti serangan AS-Israel baru-baru ini terhadap area nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Sementara itu Trump telah memperingatkan akan ada lebih banyak serangan, jika situs-situs tersebut diaktifkan kembali. Iran telah membantah sedang membangun senjata nuklir, dengan bersikeras bahwa programnya bersifat damai.

Menanggapi ancaman Trump di X, Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi mengatakan, Iran tidak akan meninggalkan program tersebut, yang telah melibatkan "investasi besar" dalam teknologi damai, "hanya karena permintaan bullying dari orang asing."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Rekomendasi
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
Ruben Onsu Siap Daftarkan...
Ruben Onsu Siap Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak Usai Pulang Umrah
Cara Mudah Cek Kelulusan...
Cara Mudah Cek Kelulusan UM PTKIN 2026 yang Diumumkan Sore Ini
Berita Terkini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved