Berapa Tarif Impor Trump ke Malaysia? Nilai Kesepakatan Capai Rp2,45 Kuadriliun
Kamis, 07 Agustus 2025 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Zafrul Aziz sebelumnya menyatakan, bahwa ada sejumlah garis merah yang tidak akan dilewati pemerintah dalam perundingan dagang-seperti mengorbankan kedaulatan negara atau menyingkirkan mitra dagang lain demi mencapai kesepakatan dengan AS.
Meski begitu diyakini tarif dari AS ini akan berdampak terhadap perekonomian. Di sisi lain, pemerintahan Trump juga menuntut Malaysia untuk mengatasi ketimpangan neraca perdagangan, menghapus hambatan non-tarif, serta melindungi teknologi AS agar tidak disalurkan ke pihak ketiga.
Berdasarkan data dari Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), Amerika Serikat mencatat defisit neraca barang sebesar USD24,8 miliar dengan Malaysia tahun lalu. AS juga tercatat sebagai investor asing terbesar di Malaysia sepanjang tahun yang sama.
Telekom Malaysia akan membeli peralatan telekomunikasi senilai USD119 juta atau setara Rp1,9 triliu). Komitmen lainnya dalam kesepakatan tersebut, termasuk investasi lintas batas Malaysia senilai USD70 miliar di AS selama 10 tahun.
Perusahaan energi milik Malaysia, Tenaga Nasional juga akan membeli batu bara senilai USD42,6 juta per tahun. Selain itu ditambah pembelian gas alam cair senilai USD3,4 miliar per tahun oleh Petroliam Nasional Berhad atau Petronas.
Malaysia juga sepakat mengurangi atau menghapuskan bea masuk atas 98,4% impor dari AS, serta mengurangi hambatan non-tarif tertentu. Ditambah menghapus persyaratan bagi platform media sosial dan penyedia layanan cloud AS untuk menyumbangkan sebagian dari pendapatan mereka di Malaysia ke dana pemerintah.
Meski begitu diyakini tarif dari AS ini akan berdampak terhadap perekonomian. Di sisi lain, pemerintahan Trump juga menuntut Malaysia untuk mengatasi ketimpangan neraca perdagangan, menghapus hambatan non-tarif, serta melindungi teknologi AS agar tidak disalurkan ke pihak ketiga.
Berdasarkan data dari Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), Amerika Serikat mencatat defisit neraca barang sebesar USD24,8 miliar dengan Malaysia tahun lalu. AS juga tercatat sebagai investor asing terbesar di Malaysia sepanjang tahun yang sama.
Isi Negosiasi Malaysia dan AS
Ada beberapa sektor yang menjadi pondasi kesepakatan Malaysia dan AS, termasuk di dalamnya yakni teknologi dan semikonduktor, energi, penerbangan, serta telekomunikasi. Dilansir dari TheBusinessTimes kesepakatan perdagangan ini mencakup komitmen senilai USD150 miliar (sekitar Rp2,45 kuadriliun) selama lima tahun oleh beberapa perusahaan multinasional Malaysia.Telekom Malaysia akan membeli peralatan telekomunikasi senilai USD119 juta atau setara Rp1,9 triliu). Komitmen lainnya dalam kesepakatan tersebut, termasuk investasi lintas batas Malaysia senilai USD70 miliar di AS selama 10 tahun.
Perusahaan energi milik Malaysia, Tenaga Nasional juga akan membeli batu bara senilai USD42,6 juta per tahun. Selain itu ditambah pembelian gas alam cair senilai USD3,4 miliar per tahun oleh Petroliam Nasional Berhad atau Petronas.
Malaysia juga sepakat mengurangi atau menghapuskan bea masuk atas 98,4% impor dari AS, serta mengurangi hambatan non-tarif tertentu. Ditambah menghapus persyaratan bagi platform media sosial dan penyedia layanan cloud AS untuk menyumbangkan sebagian dari pendapatan mereka di Malaysia ke dana pemerintah.
Lihat Juga :