Wujudkan Zero Waste, PLN Bikin Kampung Pengelolaan Sampah Terpadu
Kamis, 10 September 2020 - 19:00 WIB
loading...
Masyarakat mengolah sampah plastik menjadi BBM di Kampung Pengelolaan Sampah Terpadu yang berlokasi di Wilayah Kelurahan Kota Bambu Selatan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) melalui Unit PLN Pusenlis dengan Program PLN Peduli membentuk Kampung Pengelolaan Sampah Terpadu yang berlokasi di Wilayah Kelurahan Kota Bambu Selatan.
Perilaku hidup tidak sehat dan membuang sampah sembarangan yaitu di saluran air/selokan sehingga seringkali terjadi banjir dan wabah penyakit, menjadi faktor utama pembentukan kampung ini dengan target dapat mengubah perilaku dan lingkungan menjadi sehat serta mengurangi pembuangan sampah ke TPST Bantar Gebang yang telah dicanangkan dengan Gerakan Sadar Bersih dan Kampung Pengelolaan Sampah Terpadu pada tanggal 3 Oktober 2019 dan merupakan program berkelanjutan yang proses nya saat ini masih berjalan dan dilaksanakan oleh masyarakat.
Program ini bekerja sama dengan Pokja Kota Sehat, Bank Sampah Kelurahan Kota Bambu Selatan, Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Trisakti dan Komunitas Gerakan Tarik Plastik (GetPlastic-id) dengan melakukan sosialisasi, pembinaaan, pendampingan, dan fasilitas untuk masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.
(Baca Juga: PSBB Kembali Lagi ke Jakarta, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman)
Program KPST (Kampung Pengelolaan Sampah Terpadu) ini merupakan sebuah gerakan dalam mendukung program Samtama (Sampah Tanggung Jawab Bersama) yang merupakan gerakan masyarakat untuk mengurangi dan mengolah sampah langsung dari sumbernya agar dapat dimanfaatkan kembali. Masyarakat diharuskan memilah sampah dari rumah, dibagi menjadi organik dan anorganik, Sampah organik yang terpilah dapat diolah menjadi kompos menggunakan lubang biopori ataupun komposter sederhana yang setiap harinya diangkut oleh Bank Sampah Kelurahan Kota Bambu Selatan.
Kemudian untuk sampah Anorganik yang masih mempunyai nilai jual seperti botol plastik, kardus dan lainnya akan ditukarkan ke Bank Sampah dan dapat ditukar dengan uang yang bisa digunakan untuk membayar listrik atau kebutuhan sehari-hari. Kemudian untuk Residu berupa sampah plastik yang tidak memiliki nilai jual akan dikelola dengan mesin pengolah sampah yang merupakan inovasi dari komunitas Get Plastic yang dapat mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak berupa bensin dan solar.
Kemudian BBM yang dihasilkan dari mesin pengolah sampah tersebut digunakan untuk operasional mobil pengangkut sampah dan genset untuk keadaan darurat. Dengan demikian akan mengurangi pembuangan sampah ke TPST Bantar Gebang dan berfungsi secara optimal mewujudkan Zero Waste.
Perilaku hidup tidak sehat dan membuang sampah sembarangan yaitu di saluran air/selokan sehingga seringkali terjadi banjir dan wabah penyakit, menjadi faktor utama pembentukan kampung ini dengan target dapat mengubah perilaku dan lingkungan menjadi sehat serta mengurangi pembuangan sampah ke TPST Bantar Gebang yang telah dicanangkan dengan Gerakan Sadar Bersih dan Kampung Pengelolaan Sampah Terpadu pada tanggal 3 Oktober 2019 dan merupakan program berkelanjutan yang proses nya saat ini masih berjalan dan dilaksanakan oleh masyarakat.
Program ini bekerja sama dengan Pokja Kota Sehat, Bank Sampah Kelurahan Kota Bambu Selatan, Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Trisakti dan Komunitas Gerakan Tarik Plastik (GetPlastic-id) dengan melakukan sosialisasi, pembinaaan, pendampingan, dan fasilitas untuk masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.
(Baca Juga: PSBB Kembali Lagi ke Jakarta, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman)
Program KPST (Kampung Pengelolaan Sampah Terpadu) ini merupakan sebuah gerakan dalam mendukung program Samtama (Sampah Tanggung Jawab Bersama) yang merupakan gerakan masyarakat untuk mengurangi dan mengolah sampah langsung dari sumbernya agar dapat dimanfaatkan kembali. Masyarakat diharuskan memilah sampah dari rumah, dibagi menjadi organik dan anorganik, Sampah organik yang terpilah dapat diolah menjadi kompos menggunakan lubang biopori ataupun komposter sederhana yang setiap harinya diangkut oleh Bank Sampah Kelurahan Kota Bambu Selatan.
Kemudian untuk sampah Anorganik yang masih mempunyai nilai jual seperti botol plastik, kardus dan lainnya akan ditukarkan ke Bank Sampah dan dapat ditukar dengan uang yang bisa digunakan untuk membayar listrik atau kebutuhan sehari-hari. Kemudian untuk Residu berupa sampah plastik yang tidak memiliki nilai jual akan dikelola dengan mesin pengolah sampah yang merupakan inovasi dari komunitas Get Plastic yang dapat mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak berupa bensin dan solar.
Kemudian BBM yang dihasilkan dari mesin pengolah sampah tersebut digunakan untuk operasional mobil pengangkut sampah dan genset untuk keadaan darurat. Dengan demikian akan mengurangi pembuangan sampah ke TPST Bantar Gebang dan berfungsi secara optimal mewujudkan Zero Waste.
Lihat Juga :