Trump Minta Akses Penuh Mineral Kritis RI saat Negosiasi Tarif, Bahlil: Masih Omon-Omon

Senin, 11 Agustus 2025 - 19:41 WIB
loading...
Trump Minta Akses Penuh...
Bahlil menjelaskan, permintaan akan akses mineral kritis di Indonesia merupakan bagian dari kesepakatan negosiasi tarif resiprokal Trump. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengaku, saat ini pihaknya masih dalam tahap negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) perihal negosiasi tarif resiprokal Trump untuk mengakses mineral kritis di Indonesia.Bahlil menjelaskan, permintaan akan akses mineral kritis di Indonesia merupakan bagian dari kesepakatan negosiasi tarif.

Diketahui tarif Indonesia hasil negosiasi mengalami penurunan dari sebelumnya 32% menjadi 19% ditambah beberapa syarat yang diajukan oleh Amerika."Masih omon-omon. Masih loby-loby (permintaan akses AS terhadap mineral kritis di Indonesia," ujar Bahlil dalam konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Semester I 2025 di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2025).

Baca Juga: Daftar Lengkap 12 Poin Kesepakatan Negosiasi Tarif Resiprokal Antara AS dan Indonesia

Bahlil menjelaskan, hilirisasi mineral di Indonesia bersifat terbuka dan memberikan perlakuan yang sama untuk semua negara. Sehingga menurutnya tidak ada pemberlakuan khusus untuk mengelola mineral-mineral kritis di Indonesia, termasuk Amerika Serikat.

"Hilirisasi ini diberikan kesempatan kepada semua negara equal treatment untuk diberikan kesempatan, mau China, mau Jepang, mau Amerika, mau apa namanya? Eropa, semuanya sama. Kita akan mengurus mereka, kita akan berikan kesempatan yang sama. Jadi nggak ada perlakuan khusus," tambahnya.

Baca Juga: Data Warga RI Ditukar Tarif Impor Trump, Begini Penjelasannya

Pada kesempatan sebelumnya, Bahlil menegaskan, bahkan terkait permintaan akses khusus terhadap mineral kritis akan tetap mengikuti aturan main di Indonesia. Hal tersebut agar sejalan dengan cita-cita hilirisasi dan memberikan nilai tambah kepada masyarakat.

"Dalam negosiasi itu, aturan-aturan yang di dalam negeri tetap diterapkan. Jadi andaikan pun ada yang harus kita kirim tembaga, pasti saya yakinkan. Tapi sepengetahuan saya, semuanya dalam kerangka aturan yang berlaku di negara kita," kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, (18/7).

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Lantik Pengurus Golkar...
Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Instruksikan Konsolidasi dan Tambah Kursi Legislatif
Kelakar Bahlil di Hadapan...
Kelakar Bahlil di Hadapan Prabowo: Koalisi Aman
Rekomendasi
Setelah Sintya Marisca,...
Setelah Sintya Marisca, VISION+ Perkenalkan Jeremie Tobing di First Look My Chef in Crime
Menhut Raja Juli Irit...
Menhut Raja Juli Irit Bicara saat Dicecar Wartawan soal KPK, Hanya Ucapkan Terima Kasih
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved