Pengusaha Daging Resah, Pemerintah Diduga Hambat Izin Impor
Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Marina, lambatnya proses pengurusan izin impor terbukti dari 86 perusahaan yang mengajukan impor, hanya separuhnya yang sudah mendapatkan izin. "Dari 86 pelaku usaha yg mengajukan ijin, baru sekitar 44 setahu kami yang sudah keluar surat persetujuan impornya. Dari anggota asosiasi APPDI dan APPHI, masih ada 26 pelaku usaha yang belum di keluarkan SPI-nya, 17 mandeg di Kementerian Perdagangan dan 9 di Bapanas," urai Marina.
Menurut dia, perusahaan yang mendapat SPI pun tergolong kecil volumenya. "Antara 200 sampai 600 ton," ungkap mantan Dirut PD Dharma Jaya ini. Sementara separuh importir lainnya -- termasuk perusahaan-perusahaan besar sampai kini masih belum jelas.
APPDI sendiri sudah sempat mempertanyakan masalah lambannya perolehan LHVRK ke Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, namun Teguh mengaku tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Teguh menilai kondisi saat ini sudah sangat meresahkan dan membuat gelisah pengusaha.
"Jadi kalau mau dibilang apakah ini kegelisahan, ya memang pengusaha gelisah. Kalau mereka tidak mendapatkan barang untuk diimpor segera, itu karyawan yang banyak mau diapakan? Jadi, menurut saya tidak ada solusi lain kecuali izin impor harus direalisasikan," paparnya.
Menurut dia, para pelaku usaha sudah menjalani proses sesuai prosedur yang berlaku. Namun, sampai kini izin impor daging sapi reguler yang diharapkan belum juga dikeluarkan. Padahal, waktu yang tersisa tinggal beberapa bulan. Dia khawatir jika masih ada hambatan-hambatan yang segera tidak dituntaskan pasti akan berdampak negatif terhadap proses importasi daging dan ini akan memberi efek berantai.
Menurut dia, perusahaan yang mendapat SPI pun tergolong kecil volumenya. "Antara 200 sampai 600 ton," ungkap mantan Dirut PD Dharma Jaya ini. Sementara separuh importir lainnya -- termasuk perusahaan-perusahaan besar sampai kini masih belum jelas.
APPDI sendiri sudah sempat mempertanyakan masalah lambannya perolehan LHVRK ke Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, namun Teguh mengaku tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Teguh menilai kondisi saat ini sudah sangat meresahkan dan membuat gelisah pengusaha.
"Jadi kalau mau dibilang apakah ini kegelisahan, ya memang pengusaha gelisah. Kalau mereka tidak mendapatkan barang untuk diimpor segera, itu karyawan yang banyak mau diapakan? Jadi, menurut saya tidak ada solusi lain kecuali izin impor harus direalisasikan," paparnya.
Menurut dia, para pelaku usaha sudah menjalani proses sesuai prosedur yang berlaku. Namun, sampai kini izin impor daging sapi reguler yang diharapkan belum juga dikeluarkan. Padahal, waktu yang tersisa tinggal beberapa bulan. Dia khawatir jika masih ada hambatan-hambatan yang segera tidak dituntaskan pasti akan berdampak negatif terhadap proses importasi daging dan ini akan memberi efek berantai.
(nng)
Lihat Juga :