Kejar Target Pajak Rp2.576 Triliun, PPN 12% Diprediksi Naik di 2026

Minggu, 17 Agustus 2025 - 19:02 WIB
loading...
Kejar Target Pajak Rp2.576...
Pemerintah diprediksi menaikkan PPN 12% di 2026 mendatang. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan tumbuh 12,8% pada tahun 2026. Target ini jauh di atas proyeksi pertumbuhan alami (natural growth) penerimaan pajak yang hanya sebesar 7,9%.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai upaya mencapai target tersebut menuntut langkah ekstra dari pemerintah. Salah satu kebijakan yang diperkirakan akan ditempuh adalah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% dan berlaku untuk semua jenis barang.

"Jika mengacu pada RAPBN 2026, ada usaha tambahan sebesar 4,9% di luar pertumbuhan alami. Ini indikasi pemerintah bakal mencari cara lain, salah satunya lewat kenaikan tarif PPN," ujar Huda dalam pernyataan tertulis, Minggu (17/8).

Baca Juga: Target Penerimaan Pajak 2026 Tembus Rp2.692 Triliun, Ekonom: Bisa Jadi Pedang Bermata Dua

Ia menambahkan, bila dihitung dari Outlook 2025, tambahan usaha yang dibutuhkan pemerintah mencapai 5,1%. "Ada kekhawatiran, usaha lebih ini diambil dengan menaikkan tarif PPN menjadi 12% untuk semua barang, bukan hanya barang mewah," ucapnya.

Huda mengingatkan, skema tersebut berpotensi menekan konsumsi masyarakat, mengingat PPN dikenakan secara luas pada barang dan jasa. Dampaknya, daya beli masyarakat bisa terganggu jika pemerintah tidak menyiapkan kompensasi yang memadai.

Dengan menggunakan proyeksi pertumbuhan alami perpajakan, penerimaan negara pada 2026 diperkirakan mencapai Rp2.576 triliun. Namun, dengan kebutuhan belanja sebesar Rp3.786,5 triliun, maka defisit anggaran berpotensi tembus Rp1.200 triliun atau lebih dari 5% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Jika tidak ada efisiensi belanja pemerintah, risiko pelanggaran terhadap UU Keuangan Negara bisa muncul. Karena itu, pemerintah wajib mempertimbangkan efisiensi, termasuk pada program bantuan sosial," jelas Huda.

Salah satu program yang akan menyedot porsi besar anggaran adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Anggaran program tersebut melonjak signifikan, dari Rp71 triliun pada 2025 menjadi Rp335 triliun di 2026, atau meningkat lebih dari 350%.

Baca Juga: 10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026, Totalnya Tembus Rp1.172 Triliun

Program MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, termasuk siswa, ibu hamil, dan balita. Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menyediakan asupan gizi optimal bagi masyarakat di seluruh pelosok negeri.

Menurut Huda, pemerintah perlu menyeimbangkan kebutuhan belanja prioritas dengan strategi penerimaan negara. Jika tidak, kenaikan tarif pajak dapat menimbulkan beban tambahan bagi masyarakat yang justru mengurangi efek positif dari belanja negara.

Ia menekankan pentingnya transparansi dalam menyusun kebijakan fiskal. "Kenaikan PPN harus diikuti dengan langkah perlindungan sosial yang jelas, agar tidak menimbulkan kesenjangan atau menekan konsumsi rumah tangga," pungkas Huda.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Kepatuhan Pajak Butuh...
Kepatuhan Pajak Butuh Kepercayaan Publik, Bukan hanya Teknologi
Lampaui Target, Bea...
Lampaui Target, Bea Cukai Sumbawa Kantongi Rp1,44 Triliun dalam Empat Bulan
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Siapkan Pengurangan PBB-P2 2026, Ringankan Beban Wajib Pajak
Rekomendasi
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Road to Kilau Raya Mojokerto...
Road to Kilau Raya Mojokerto : MNCTV Hadir Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Berita Terkini
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved