Bukan AS, Ini 4 Perusahaan China yang Menggarap Ladang Minyak Irak

Minggu, 24 Agustus 2025 - 21:25 WIB
loading...
Bukan AS, Ini 4 Perusahaan...
Sejumlah perusahaan minyak independen China mulai merambah ke Irak, merencanakan proyek multi-miliaran dolar untuk mengembangkan cadangan besar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sejumlah perusahaan minyak independen China mulai merambah ke Irak , merencanakan proyek multi-miliaran dolar untuk mengembangkan cadangan besar. Beberapa perusahaan China telah memenangkan penawaran untuk mengeksplorasi ladang- ladang minyak dan gas di negara Timur Tengah tersebut.

Lisensi minyak dan gas untuk 29 proyek di Irak itu terutama ditujukan guna meningkatkan produksi bagi keperluan domestik. Terdapat lebih dari 20 perusahaan telah mengikuti pra-kualifikasi, termasuk dari Eropa, China, Arab dan Irak.

Baca Juga: Eksplorasi Migas di Indonesia Timur, Pemerintah Gandeng 2 Perusahaan China

Namun perusahaan-perusahaan asal China menjadi satu-satunya pemain asing yang memenangkan lelang, dengan mendapatkan sembilan ladang minyak dan gas. Berikut rincian beberapa kegiatan perusahaan independen di Irak.

Daftar 4 Perusahaan Independen China yang Menguasai Ladang Minyak di Irak:

1. United Energy Group

Perusahaan kecil yang terdaftar di Hong Kong ini memproduksi minyak dan gas (migas) di Pakistan dan ladang minyak Liaohe di China. Mereka juga memproduksi sekitar 120.000 barel per hari minyak di blok 9 Irak, yang merupakan terbesar di antara perusahaan independen.

United Energy Group (UEG) memenangkan lisensi pada tahun lalu untuk mengeksplorasi blok Fao di selatan Irak dekat perbatasan Kuwait dan Iran. Perusahaan ini menjalankan perdagangan di Singapura, Dubai, dan Beijing, yang dikelola oleh mantan pedagang minyak negara.

2. Zhongman Petroleum dan Natural Gas Group

Dimulai sebagai perusahaan layanan ladang minyak dengan aset produksi di China dan Kazakhstan, perusahaan yang terdaftar di Shanghai ini memenangkan lisensi tahun lalu untuk mengeksplorasi blok Baghdad Timur (Utara) dan blok Middle Euphrates.

Zhongman Petroleum mengumumkan pada bulan Juni bahwa mereka akan menghabiskan USD481 juta atau setara Rp7,7 triliun (dengan kurs Rp16.016 per USD) untuk kedua blok tersebut. Perusahaan tersebut belum lama ini memasuki kontrak bagi hasil produksi pertamanya untuk mengembangkan gas alam di Aljazair.

3. GEO-JADE Petroleum

Sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Geo-Jade mencapai kesepakatan pada bulan Mei untuk berinvestasi dalam proyek terintegrasi South Basra yang mencakup peningkatan lapangan minyak Tuba di Irak selatan menjadi 100.000 barel per hari (bpd) dan membangun kilang dengan kapasitas 200.000 bpd. Hal ini merupakan proyek terintegrasi langka yang dimenangkan oleh perusahaan independen asal China.

Geo-Jade yang terdaftar di Shanghai bakal menginvestasikan USD848 juta, dengan rencana menghidupkan kembali produksi di lapangan Tuba yang sebagian besar tidak beroperasi, menjadi 40.000 bpd pada sekitar pertengahan 2027. Perusahaan ini juga berencana untuk mulai memompa minyak pada awal 2027 di blok Naft Khana di Irak tengah, yang dimenangkan dalam lelang 2018, dengan target produksi 15.000 bpd untuk 2027.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
Rekomendasi
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved