Lebih 50 Negara Antre Gabung BRICS, Ancam Kekuasaan AS di Panggung Global

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:33 WIB
loading...
A A A
Fenomena menarik muncul di Eropa. Meski menghadapi tekanan dari Barat, beberapa negara di kawasan tersebut tetap aktif mendekati BRICS. Belarus, Serbia, dan Turki tercatat sebagai negara yang paling vokal. Belarus mencari alternatif ekonomi untuk mengatasi sanksi Barat, sementara Turki, meski anggota NATO, secara terbuka menyatakan ketertarikan pada BRICS. Serbia bahkan menjadi negara Eropa pertama yang mengungkapkan minat tersebut.

Dari Asia dan Afrika, daftar negara yang ingin masuk ke BRICS terus bertambah. Negara-negara seperti Azerbaijan, Bangladesh, Kamboja, Pakistan, Sri Lanka, Suriah, Venezuela, Zimbabwe, hingga Palestina menyatakan ketertarikan. Fenomena ini menandakan bahwa banyak negara tengah mencari alternatif dari sistem keuangan global yang didominasi dolar AS.

Presiden Brasil Luiz InĂ¡cio Lula da Silva menilai perkembangan ini sebagai perubahan besar dalam tatanan geopolitik. "Kita menyaksikan keruntuhan multilateralisme yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Lula, dikutip dari Watcher Guru, Kamis (28/8).

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump justru mengecilkan pengaruh BRICS. Dalam pernyataannya, Trump menyebut "BRICS sudah mati," sambil mengancam akan mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap negara-negara yang mendukung ekspansi blok tersebut.

Namun, ancaman tersebut tampaknya tidak menghalangi ketertarikan negara-negara lain. Dorongan kuat datang dari China, Rusia, dan Iran yang mendesak ekspansi lebih cepat. Mereka menilai semakin banyak negara yang bergabung, semakin besar kekuatan BRICS dalam membentuk tatanan ekonomi global yang baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Rekomendasi
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Berita Terkini
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved