Sri Mulyani Janji Tak Ada Kenaikan Pajak di 2026
Selasa, 02 September 2025 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kejar Target Pajak Rp2.576 Triliun, PPN 12% Diprediksi Naik di 2026
Penyusunan RAPBN 2026 menggunakan sejumlah asumsi makro, di antaranya pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, inflasi 2,5 persen, suku bunga 10 tahun 6,9 persen, serta nilai tukar Rp16.500 per dolar AS. Sementara itu, harga minyak mentah diproyeksikan berada pada level USD70 per barel.
Secara rinci, postur RAPBN 2026 menunjukkan pendapatan negara sebesar Rp3.147,7 triliun dan belanja negara Rp3.786,5 triliun. Defisit APBN diproyeksikan sebesar Rp638,8 triliun atau 2,48 persen dari PDB, sebuah penurunan dari sisi level defisit nominal.
Defisit yang terukur ini bertujuan untuk menstimulasi ekonomi agar tetap tumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan tanpa mengorbankan keberlanjutan utang dan pembiayaan negara di masa mendatang.
Penyusunan RAPBN 2026 menggunakan sejumlah asumsi makro, di antaranya pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, inflasi 2,5 persen, suku bunga 10 tahun 6,9 persen, serta nilai tukar Rp16.500 per dolar AS. Sementara itu, harga minyak mentah diproyeksikan berada pada level USD70 per barel.
Secara rinci, postur RAPBN 2026 menunjukkan pendapatan negara sebesar Rp3.147,7 triliun dan belanja negara Rp3.786,5 triliun. Defisit APBN diproyeksikan sebesar Rp638,8 triliun atau 2,48 persen dari PDB, sebuah penurunan dari sisi level defisit nominal.
Defisit yang terukur ini bertujuan untuk menstimulasi ekonomi agar tetap tumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan tanpa mengorbankan keberlanjutan utang dan pembiayaan negara di masa mendatang.
(nng)
Lihat Juga :