Pengambilan Paksa Aset Rusia Rp4.859 Triliun Berlanjut, AS Bakal Mendesak G7

Sabtu, 13 September 2025 - 08:45 WIB
loading...
Pengambilan Paksa Aset...
AS disebut bakal mendesak sekutunya yakni kelompok negara-negara maju dalam G7 untuk membentuk kerangka hukum, dalam upaya menyita aset negara Rusia yang dibekukan dan mengalirkannya ke Ukraina. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) disebut bakal mendesak sekutunya yakni kelompok negara-negara maju dalam G7 untuk membentuk kerangka hukum, dalam upaya menyita aset negara Rusia yang dibekukan dan mengalirkannya ke Ukraina. Seperti diketahui negara-negara Barat telah membekukan sekitar USD300 miliar atau setara Rp4.859 triliun (kurs Rp16.199 per USD) yang merupakan aset Rusia setelah eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022, lalu.

Di antaranya ada sekitar 200 miliar euro tersimpan pada lembaga keuangan yang berbasis di Brussel, Euroclear. Dana tersebut telah menghasilkan miliaran dolar yang didapatkan dari bunga, dan Barat telah mencari cara untuk menggunakan pendapatan tersebut untuk membiayai Ukraina.

Sambil menahan diri dari penyitaan secara langsung, G7 tahun lalu mendukung rencana untuk memberikan Kiev USD50 miliar dalam bentuk pinjaman yang akan dilunasi menggunakan keuntungan dari aset beku Rusia. Sedangkan Uni Eropa berjanji mengucurkan USD21 miliar.

Baca Juga: Kirim Keuntungan dari Aset Beku Rusia Rp4.882 Triliun ke Ukraina, Uni Eropa Digugat

Menurut sebuah proposal yang dilihat oleh media, Washington disebut akan mendesak G7 untuk mendukung langkah-langkah yang memungkinkan penyitaan total cadangan Rusia yang dibekukan untuk dipindahkan ke Kiev. Secara terpisah, orang-orang yang mengetahui masalah ini mengatakan, kepada Bloomberg bahwa para pejabat senior AS telah mendiskusikan ide tersebut dengan rekan-rekan mereka di Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Rekomendasi
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
AEF/MANTENA Cup 2026...
AEF/MANTENA Cup 2026 Dorong Prestasi Berkuda dan Sport Tourism Indonesia
5 Fakta Kanada Lolos...
5 Fakta Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Afrika Selatan
Berita Terkini
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved