Menghadap Prabowo di Istana, Menkeu Purbaya Mau Lapor Stimulus Ekonomi

Senin, 15 September 2025 - 13:21 WIB
loading...
Menghadap Prabowo di...
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat pada siang hari ini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat pada siang hari ini. Dia menuturkan akan melaporkan soal rencana stimulus ekonomi ke Presiden Prabowo.

"Kayaknya mau diskusi kebijakan stimulus ekonomi," kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/9/2025).

Saat ditanya apakah Presiden Prabowo Subianto yang akan mengumumkan stimulus ekonomi hari ini, dia mengaku belum tahu. "Saya belum tahu, belum tahu," ucapnya singkat.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi 8+4, Apa Saja?

Selain Purbaya, sejumlah menteri bidang ekonomi lain juga merapat ke Istana Kepresidenan. Mereka yakni Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.

Sebelumnya pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi tambahan atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator atau Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, rancangan paket ini sudah dibahas dalam rapat bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Jumat (12/9/2025).

“Kita membahas terkait dengan paket ekonomi yang diminta oleh Bapak Presiden untuk segera disiapkan. Kali ini kami membahas dengan Pak Menteri Keuangan agar programnya sudah disiapkan pos anggarannya,” ujar Menko Airlangga .

Menurutnya, terdapat 8+4 program stimulus yang sedang difinalkan. Fokus utamanya adalah meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, serta menjaga daya beli masyarakat hingga akhir tahun.

Baca Juga: BPJS Ojol dan Gratis PPh Pekerja Hotel Masuk Stimulus Ekonomi Baru yang Disiapkan Pemerintah

Menko Airlangga menegaskan, seluruh program akan dijalankan hingga akhir tahun 2025. “Semua kita dorong sampai akhir tahun. Kemudian ada beberapa program lain termasuk di dalamnya implementasi dari PP 28. Karena PP28 kan debirokritisasi, deregulasi. Itu akan mulai efektif Oktober 5 dengan fiktif positif OSS,” jelasnya.

Terkait besaran anggaran, Airlangga menyebut angka sudah ada, namun masih dalam proses pematangan. “Itu sudah ada, nanti kita sedang siapkan. Kita akan rapatkan hari Senin dan total nilainya akan kita fixkan,” kata Airlangga.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Rekomendasi
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Ditipu Teman Sendiri,...
Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Tabungan Pendidikan Anak Ikut Raib
Berita Terkini
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved