PHE Siapkan Metode EOR Genjot Produksi Minyak di Lapangan Tua

Kamis, 18 September 2025 - 20:21 WIB
loading...
PHE Siapkan Metode EOR...
Pimpinan Redaksi SINDOnews.com Pung Purwanto menyerahkan cendera mata kepada VP D&P Technical Excellence & Coordination PHE, Devialina Puspita Dewi dalam SindoNews Sharing Session di iNews Tower, Jakarta, Kamis (18/9). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) secara massal di sumur-sumur tua dapat dilakukan akhir tahun 2025. Penggunaan teknologi pengurasan minyak tahap lanjut ini diharapkan dapat menjadi kunci untuk menggenjot produksi minyak nasional di tengah kondisi mayoritas sumur yang sudah menua.

VP D&P Technical Excellence & Coordination Pertamina Hulu Energi, Devialina Puspita Dewi, menjelaskan metode EOR ini sangat vital mengingat sekitar 80 persen sumur Pertamina saat ini sudah tergolong tua, sehingga laju produksinya terus menurun.

"Saat ini, kami sudah berhasil melakukan uji coba pilot project dan hasilnya sangat baik. Selanjutnya, kami akan mencoba injeksi pada skala yang lebih besar di lapangan pada akhir tahun ini," ujar Devialina dalam acara SindoNews Sharing Session di iNews Tower, Jakarta, Kamis (18/9).

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Beberkan Tantangan Tingkatkan Lifting Migas

Devialina menambahkan inovasi yang sedang digarap adalah upaya untuk memproduksi unsur kimia EOR di dalam negeri. Selama ini, bahan-bahan kimia tersebut masih didatangkan dari luar. Dengan melakukan blending di dalam negeri, diharapkan ketergantungan terhadap impor dapat berkurang.

"Banyak bahan kimianya berasal dari luar. Jadi, di sini kami mencoba mencampur dan itu sedang dalam progres. Harapannya bisa mendapatkan hasilnya dalam waktu dekat," tuturnya.

Lebih lanjut, EOR adalah metode untuk meningkatkan produksi minyak dari reservoir yang sudah tidak lagi efisien dengan metode primary recovery (produksi alami) dan secondary recovery (injeksi air atau gas). Teknik ini bekerja dengan menginjeksikan zat dari luar reservoir, seperti energi mekanik, kimia, atau termal.

Secara umum, ada tiga jenis teknik EOR. Pertama, teknik termal dengan menginjeksikan fluida bertemperatur tinggi untuk menurunkan viskositas minyak. Kedua, teknik kimia dengan menginjeksikan bahan kimia seperti surfaktan yang membuat minyak lebih mudah mengalir. Ketiga, proses miscible dengan menginjeksikan fluida pendorong yang akan bercampur dengan minyak untuk selanjutnya diproduksi.

Baca Juga: Pertamina Akhirnya Buka Suara Soal Stok BBM Kosong di SPBU Swasta

Lebih lanjut, Devialina mengakui bahwa inovasi teknologi ini sangat menantang. Kondisi sumur tua menimbulkan kendala besar, baik dari sisi teknis maupun biaya operasional. Biaya investasi yang tinggi untuk menggenjot produksi di sumur tua sering kali tidak sebanding dengan harga minyak yang diperoleh.

Selain tantangan sumur tua, Devialina juga menyoroti potensi eksplorasi sumur baru di Indonesia yang kini tidak lagi sebesar masa lalu. Hal ini mengakibatkan volume produksi cenderung menurun, sementara biaya operasional terus meningkat. Kondisi ini membuat banyak proyek menjadi marginal atau kurang menguntungkan.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PHE Catat Produksi Migas...
PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD di 2025, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
Intervensi Rupiah Kuras...
Intervensi Rupiah Kuras Cadangan Devisa Rp37 Triliun per Bulan, Sistem Keuangan Dinilai Tak Sehat
Rupiah Tertekan, Ichsanuddin...
Rupiah Tertekan, Ichsanuddin Noorsy: Beban Fiskal dan Sektor Riil Kian Berat
Hasil Efisiensi, PHE...
Hasil Efisiensi, PHE ONWJ Cetak Produksi Minyak Murni 1.321 BOPD
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, China dan India Terancam Gagal Panen Imbas Kelangkaan Pupuk
Bennix: Sepanjang Indonesia...
Bennix: Sepanjang Indonesia Hobi Impor Minyak, Rupiah Bisa Babak Belur Tembus Rp20.000
Putin Peringatkan Produksi...
Putin Peringatkan Produksi Minyak Teluk bisa Berhenti Total dalam Sebulan
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Tanyakan Soal Tarif Dagang dan Dampak Perang Timteng
SINDOnews.com Raih Anugerah...
SINDOnews.com Raih Anugerah Diktisaintek 2025 sebagai Media Daring Terbaik
Rekomendasi
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved