Bitcoin Melawan Kutukan Red September
Sabtu, 20 September 2025 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Kemiripan dengan September 2024
Menurut penelusuran analis, pada bulan September 2019, The Fed memangkas suku bunga acuan menjadi antara 1,75–2,00 persen. Inflasi yang rendah sekitar 1,7 persen, pertumbuhan global melambat akibat perang dagang antara AS dan Tiongkok, dan terjadi ketidakstabilan likuiditas di pasar repo.
Pemangkasan ini bersifat pencegahan, berfungsi sebagai asuransi untuk menghadapi kemungkinan resesi. Saham AS mengalami kenaikan moderat, emas mulai diminati sebagai pelindung nilai, dolar mengalami sedikit pelemahan, dan Bitcoin naik tipis karena investor mencari aset alternatif di tengah ketidakpastian di pasar tradisional.
Di bulan September 2024, situasi berbeda terjadi. Setelah periode pengetatan suku bunga agresif sejak tahun 2022, The Fed memotong sebesar 50 bps menjadi 4,75–5,00 persen, yang menandakan dimulainya siklus pelonggaran.
Inflasi mulai menurun dari puncaknya yang lebih dari 9 persen, meskipun masih bersifat fluktuatif. Saham AS bangkit, emas meroket, dolar melemah cukup signifikan, dan Bitcoin menunjukkan reaksi positif yang lebih tajam dibandingkan dengan 2019 saat minat investor crypto meningkat akibat sentimen pelonggaran.
Pemangkasan ini merupakan respons nyata terhadap perlambatan ekonomi, bukan hanya langkah pencegahan. Menghadapi September 2025, keadaannya lebih mirip dengan tahun 2024 daripada 2019. The Fed terus melakukan pemotongan suku bunga, inflasi berada di kisaran 3–3,5 persen, dan ekonomi mulai melambat.
Saham tetap menguat, permintaan terhadap emas meningkat, dolar melemah, dan Bitcoin juga menunjukkan lonjakan moderat mengikuti tren aset risiko yang menarik di tengah kondisi suku bunga yang lebih rendah.
Dengan demikian, tahun 2025 menguatkan arah pelonggaran yang dimulai pada September 2024, berbeda dengan kondisi di tahun 2019 yang bersifat pencegahan. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
Menurut penelusuran analis, pada bulan September 2019, The Fed memangkas suku bunga acuan menjadi antara 1,75–2,00 persen. Inflasi yang rendah sekitar 1,7 persen, pertumbuhan global melambat akibat perang dagang antara AS dan Tiongkok, dan terjadi ketidakstabilan likuiditas di pasar repo.
Pemangkasan ini bersifat pencegahan, berfungsi sebagai asuransi untuk menghadapi kemungkinan resesi. Saham AS mengalami kenaikan moderat, emas mulai diminati sebagai pelindung nilai, dolar mengalami sedikit pelemahan, dan Bitcoin naik tipis karena investor mencari aset alternatif di tengah ketidakpastian di pasar tradisional.
Di bulan September 2024, situasi berbeda terjadi. Setelah periode pengetatan suku bunga agresif sejak tahun 2022, The Fed memotong sebesar 50 bps menjadi 4,75–5,00 persen, yang menandakan dimulainya siklus pelonggaran.
Inflasi mulai menurun dari puncaknya yang lebih dari 9 persen, meskipun masih bersifat fluktuatif. Saham AS bangkit, emas meroket, dolar melemah cukup signifikan, dan Bitcoin menunjukkan reaksi positif yang lebih tajam dibandingkan dengan 2019 saat minat investor crypto meningkat akibat sentimen pelonggaran.
Pemangkasan ini merupakan respons nyata terhadap perlambatan ekonomi, bukan hanya langkah pencegahan. Menghadapi September 2025, keadaannya lebih mirip dengan tahun 2024 daripada 2019. The Fed terus melakukan pemotongan suku bunga, inflasi berada di kisaran 3–3,5 persen, dan ekonomi mulai melambat.
Saham tetap menguat, permintaan terhadap emas meningkat, dolar melemah, dan Bitcoin juga menunjukkan lonjakan moderat mengikuti tren aset risiko yang menarik di tengah kondisi suku bunga yang lebih rendah.
Dengan demikian, tahun 2025 menguatkan arah pelonggaran yang dimulai pada September 2024, berbeda dengan kondisi di tahun 2019 yang bersifat pencegahan. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
(unt)
Lihat Juga :