Jaga Defisit APBN di Bawah 3%, Purbaya Sentil Lembaga Rating: Suruh Becermin
Selasa, 23 September 2025 - 16:39 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau Anda bandingkan dengan Eropa gimana? Amerika 120 persen lebih. Jepang 250 persen. Kita amat prudent. Jadi kalau nanti ada rating agency yang mau tanyakan itu, suruh bandingkan negara-negara lain, yang maju, yang jadi acuan dia. Habis itu suruh bawa cermin," tegasnya.
Terkait target Presiden agar defisit menuju 0 persen, Purbaya menyebut pemerintah akan bergerak secara bertahap. "Kita lihat keadaan. Kalau mungkin, ya mungkin. Saya sedang mencoba mengefisienkan, mengefektifkan pajak dan lain-lain dalam satu tahun ke depan," terang Purbaya.
Baca Juga: Purbaya Jamin Stimulus Rp16,23 Triliun Tak Bikin APBN Jebol, Duit dari Mana?
"Jadi rencana itu rencana lah. Kalau enggak bisa dijalankan satu tahun, enggak apa-apa. Kita geser pelan-pelan. Tapi kita jelas, arah kita menuju ke sana. Tapi kalau meleset dikit, saya pikir ya enggak apa-apa," katanya.
Penerimaan perpajakan: Rp2.693,71 triliun
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Rp459,2 triliun
Hibah: Rp0,66 triliun
Sementara itu, Belanja Negara ditetapkan sebesar Rp3.842,72 triliun, yang dialokasikan untuk:
Belanja pemerintah pusat: Rp3.149,73 triliun (terdiri dari belanja K/L sebesar Rp1.510,55 triliun dan belanja non K/L sebesar Rp1.639,19 triliun)
Transfer ke Daerah (TKD): Rp692,99 triliun
Keseimbangan primer: Rp89,71 triliun
Defisit: Rp698,15 triliun atau 2,68%
Pembiayaan: Rp689,15 triliun
Terkait target Presiden agar defisit menuju 0 persen, Purbaya menyebut pemerintah akan bergerak secara bertahap. "Kita lihat keadaan. Kalau mungkin, ya mungkin. Saya sedang mencoba mengefisienkan, mengefektifkan pajak dan lain-lain dalam satu tahun ke depan," terang Purbaya.
Baca Juga: Purbaya Jamin Stimulus Rp16,23 Triliun Tak Bikin APBN Jebol, Duit dari Mana?
"Jadi rencana itu rencana lah. Kalau enggak bisa dijalankan satu tahun, enggak apa-apa. Kita geser pelan-pelan. Tapi kita jelas, arah kita menuju ke sana. Tapi kalau meleset dikit, saya pikir ya enggak apa-apa," katanya.
Berikut Rincian Postur Anggaran dan Asumsi Makro di APBN 2026
Pendapatan Negara disepakati sebesar Rp3.153,58 triliun, yang terdiri dari:Penerimaan perpajakan: Rp2.693,71 triliun
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Rp459,2 triliun
Hibah: Rp0,66 triliun
Sementara itu, Belanja Negara ditetapkan sebesar Rp3.842,72 triliun, yang dialokasikan untuk:
Belanja pemerintah pusat: Rp3.149,73 triliun (terdiri dari belanja K/L sebesar Rp1.510,55 triliun dan belanja non K/L sebesar Rp1.639,19 triliun)
Transfer ke Daerah (TKD): Rp692,99 triliun
Keseimbangan primer: Rp89,71 triliun
Defisit: Rp698,15 triliun atau 2,68%
Pembiayaan: Rp689,15 triliun
Lihat Juga :