Kabar Bunga Deposito Dolar Naik 4%, Rupiah Menguat ke Rp16.680
Senin, 29 September 2025 - 15:55 WIB
loading...
A
A
A
Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Rusia menggempur Kyiv dan wilayah lain di Ukraina pada Minggu pagi dalam salah satu serangan terdahsyat di ibu kota sejak perang skala penuh dimulai. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memberlakukan kembali embargo senjata dan sanksi lainnya terhadap Iran atas program nuklirnya, menyusul proses yang dipicu oleh kekuatan-kekuatan Eropa yang telah diperingatkan oleh Teheran akan ditanggapi dengan respons keras.
Bloomberg melaporkan bahwa para diplomat Eropa telah memperingatkan Moskow bahwa NATO siap menembak jatuh pesawat Rusia jika pelanggaran wilayah udara terus berlanjut. Peringatan ini muncul seiring meningkatnya serangan pesawat nirawak dan jet lintas batas dengan anggota NATO, termasuk Turki, yang meningkatkan pengawasan udara dan para pemimpin pertahanan Eropa mulai membahas "tembok nirawak" terkoordinasi di sepanjang sisi timur aliansi.
Dari sentimen domestik, pentingnya konsistensi sinyal kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah penguatan dolar AS dan gejolak pasar global. Instrumen Bank Indonesia (BI) dan pemerintah sudah memadai, tetapi koordinasi dan komunikasi perlu diperkuat agar ekspektasi pasar terkendali.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Makin Terpukul Pekan Depan, Bisa Tembus Rp16.800 per Dolar AS
BI telah menggunakan seluruh instrumen stabilisasi nilai tukar, mulai intervensi di pasar spot, Non Deliverable Forward (NDF) onshore atau offshore, hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN), namun mata uang rupiah mendekati Rp.16.800 per USD, melemah lebih dari 3 persen secara year-to-date.
Bloomberg melaporkan bahwa para diplomat Eropa telah memperingatkan Moskow bahwa NATO siap menembak jatuh pesawat Rusia jika pelanggaran wilayah udara terus berlanjut. Peringatan ini muncul seiring meningkatnya serangan pesawat nirawak dan jet lintas batas dengan anggota NATO, termasuk Turki, yang meningkatkan pengawasan udara dan para pemimpin pertahanan Eropa mulai membahas "tembok nirawak" terkoordinasi di sepanjang sisi timur aliansi.
Dari sentimen domestik, pentingnya konsistensi sinyal kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah penguatan dolar AS dan gejolak pasar global. Instrumen Bank Indonesia (BI) dan pemerintah sudah memadai, tetapi koordinasi dan komunikasi perlu diperkuat agar ekspektasi pasar terkendali.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Makin Terpukul Pekan Depan, Bisa Tembus Rp16.800 per Dolar AS
BI telah menggunakan seluruh instrumen stabilisasi nilai tukar, mulai intervensi di pasar spot, Non Deliverable Forward (NDF) onshore atau offshore, hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN), namun mata uang rupiah mendekati Rp.16.800 per USD, melemah lebih dari 3 persen secara year-to-date.
Lihat Juga :