Moskow Ancam Balas Dendam jika Eropa Gunakan Aset Rusia untuk Ukraina

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 17:52 WIB
loading...
Moskow Ancam Balas Dendam...
Presiden Rusia Vladimir Putin. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Rusia mengancam akan mengambil langkah balasan jika Uni Eropa (UE) merealisasikan rencana penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk mendanai pinjaman besar bagi Ukraina. Peringatan itu muncul seiring pembahasan para pemimpin Eropa mengenai skema pinjaman senilai 140 miliar euro atau sekitar USD165 miliar bagi Kyiv.

Bloomberg melaporkan Moskow telah menyiapkan rancangan kebijakan untuk menasionalisasi dan menjual aset asing di Rusia. Kebijakan tersebut disiapkan sebagai respons atas kemungkinan langkah UE memanfaatkan cadangan bank sentral Rusia yang saat ini dibekukan di Eropa.

Baca Juga: Bak Rampasan Perang, Eropa Mau Bagi-bagi Aset Beku Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani dekret yang memungkinkan percepatan penjualan perusahaan domestik maupun asing di negaranya. Dekret tersebut memangkas waktu penilaian pra-penjualan menjadi hanya 10 hari serta mempercepat prosedur pendaftaran agar transaksi segera terlaksana.

Rencana balasan Rusia itu muncul ketika para pemimpin UE berkumpul di Denmark untuk membahas pembiayaan Ukraina. Skema tersebut tidak secara langsung menyita cadangan Rusia, tetapi Moskow hanya dapat memulihkannya jika bersedia memberi kompensasi atas kerusakan akibat perang di Ukraina.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan bahwa UE memiliki "jalan hukum yang sah" untuk memanfaatkan aset Rusia yang dibekukan sebagai dana reparasi bagi Ukraina. Pernyataan itu menambah ketegangan jelang keputusan politik di Eropa.

Baca Juga: Para Jenderal AS Diminta Bersiap Perang, Pasukan Khusus Navy SEAL Bakal Latihan Gabungan

Putin berulang kali memperingatkan bahwa setiap penyitaan terhadap cadangan Rusia yang dibekukan dapat mengacaukan sistem keuangan global. Menjelang pertemuan para pemimpin Uni Eropa hari ini, Kepala Kebijakan Luar Negeri blok tersebut, Kaja Kallas, menepis kekhawatiran itu.

"Jika Anda tidak memulai perang melawan negara lain, maka Anda tidak akan berada dalam risiko. Saya pikir mayoritas negara, mayoritas masyarakat, dan mayoritas perusahaan di dunia tidak akan memulai perang melawan negara lain," ujarnya dikutip dari Euroactiv, Jumat (3/10).

Sementara itu, analisis Reuters mencatat, pada 2024 perusahaan asing yang hengkang dari Rusia sejak invasi ke Ukraina pada 2022 telah menanggung kerugian hingga 90 miliar euro. Kondisi ini menanggung konsekuensi ekonomi dari konflik yant tak kunjung mereda.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Rekomendasi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved