Pertamina Patra Niaga Imbau Masyarakat dan Konsumen Waspada Hoaks

Senin, 06 Oktober 2025 - 19:04 WIB
loading...
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya penyebaran informasi palsu soal BBM. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya penyebaran informasi palsu (hoaks) yang menyesatkan publik dan berpotensi menimbulkan keresahan terkait pelayanan bahan bakar minyak (BBM) maupun kebijakan perusahaan. Praktik manipulasi informasi ini dinilai merugikan tidak hanya Pertamina sebagai badan usaha milik negara, tetapi juga pemerintah yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa pihaknya memantau meningkatnya peredaran hoaks di media sosial yang mengatasnamakan Pertamina maupun pemerintah. "Kami sangat menyayangkan adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan disinformasi untuk menimbulkan keresahan. Masyarakat perlu lebih jeli dan teliti dalam menerima informasi," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/10).

Baca Juga: 20 UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Ambil Bagian di Pasar Rakyat Mandalika

Salah satu hoaks yang beredar luas adalah hasil pengujian Research Octane Number (RON) BBM menggunakan alat portabel. Pertamina menegaskan metode tersebut tidak sah secara ilmiah karena pengujian RON hanya dapat dilakukan dengan mesin CFR (Cooperative Fuel Research Engine) sesuai standar internasional ASTM D2699. Alat portabel seperti Oktis-2 tidak mengukur RON secara akurat, melainkan hanya mendeteksi sifat dielektrik bahan bakar yang tidak memiliki korelasi langsung dengan angka oktan.

Selain itu, beredar pula kabar adanya pembatasan pengisian BBM selama tujuh hari untuk mobil dan empat hari untuk motor, serta larangan bagi penunggak pajak kendaraan. Pertamina Patra Niaga menegaskan informasi tersebut tidak benar. Penyaluran BBM, terutama jenis subsidi, tetap berjalan sesuai ketentuan pemerintah dengan mekanisme yang transparan agar tepat sasaran.

Hoaks lainnya yang sempat viral adalah video kebakaran SPBU yang dikaitkan dengan kebijakan pembatasan BBM. Faktanya, video tersebut merupakan rekaman lama insiden kebakaran SPBU di Aceh pada tahun 2024, yang tidak ada kaitannya dengan kebijakan terbaru Pertamina.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Jamin Ketersediaan BBM hingga Pelosok Negeri

Pertamina juga meluruskan video viral di Lumajang yang menggambarkan masyarakat “menggeruduk” SPBU. Kejadian sebenarnya terjadi pada 17 September 2025, saat karnaval di Desa Sentul. Karena hujan deras, penonton berdesakan berteduh di area SPBU yang sudah tutup sejak malam hari. Keributan kecil terjadi akibat pengaruh minuman keras, bukan karena pelayanan SPBU. Tidak ada aksi penjarahan maupun kerusakan fasilitas.

"Masyarakat perlu mewaspadai hoaks lainnya, termasuk terkait pembatasan pembelian BBM maupun rekrutmen fiktif yang mengatasnamakan Pertamina," kata Roberth.

Pertamina Patra Niaga berharap masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan selalu melakukan pengecekan silang agar tidak ikut menyebarkan disinformasi yang dapat merugikan banyak pihak.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Dikabarkan Ambruk...
Purbaya Dikabarkan Ambruk Masuk Rumah Sakit, Ini Kata Kemenkeu
Video Menkeu Purbaya...
Video Menkeu Purbaya Resmikan Pinjol Dipastikan Hoaks
Hentikan Misinformasi,...
Hentikan Misinformasi, PT Diamond Citra Propertindo Tbk Luruskan Isu Lokasi Kantor
Sasaran Hoaks Satu Tahun...
Sasaran Hoaks Satu Tahun Prabowo-Gibran, Pertamina Terus Berikan Edukasi
Kemenkeu Klarifikasi...
Kemenkeu Klarifikasi soal Hoaks Investasi Pemerintah Rp21 Juta per Minggu di Platform Tertentu
Viral Kendaraan Nunggak...
Viral Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Beli BBM, Pertamina: Hoaks
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Rekomendasi
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Berita Terkini
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved