OJK Akselerasi Ekonomi Kreatif lewat Inovasi Digital dan Adopsi Blockchain
Senin, 13 Oktober 2025 - 20:53 WIB
loading...
A
A
A
Para peserta hackathon akan berkompetisi untuk mengembangkan ide dan prototipe inovatif. Fokus utama proyek adalah menjawab berbagai tantangan di sektor kreatif, seperti perlindungan hak cipta digital secara transparan, efisiensi rantai pasok produk kreatif, hingga pembukaan akses pembiayaan baru bagi pelaku kreatif melalui sistem keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance/DeFi).
Secara spesifik, lima fokus utama Hackathon 2025 mencakup pengembangan sistem verifikasi hak cipta digital, transparansi rantai pasok produk, pembiayaan kreator berbasis DeFi, peluang model bisnis aset digital, serta penggabungan teknologi keuangan dengan hiburan di dunia gim.
Senada dengan OJK, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam, menegaskan bahwa Infinity Hackathon diharapkan menjadi jembatan menuju ekosistem pembiayaan berbasis kekayaan intelektual (Intellectual Property-based financing) di sektor ekonomi kreatif. Ia memandang, blockchain berpotensi menjadi "internet of value" yang mampu menjadi fondasi masa depan ekonomi kreatif Indonesia yang adil, inklusif, dan berdaya saing global.
Sementara, Direktur Eksekutif Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Asih Karnengsih, menyoroti aspek pendanaan yang krusial bagi para developer dan pelaku industri. "Banyak developer dan kreator memiliki proyek bagus, tetapi sulit bertahan karena keterbatasan akses pendanaan. Kami berharap ke depan ada lebih banyak inisiatif yang menjembatani inovasi dan keberlanjutan ini," ungkap Asih.
Baca Juga: OJK dan BlockDevId Dorong Pengembangan Talenta Digital di Industri Blockchain
Secara spesifik, lima fokus utama Hackathon 2025 mencakup pengembangan sistem verifikasi hak cipta digital, transparansi rantai pasok produk, pembiayaan kreator berbasis DeFi, peluang model bisnis aset digital, serta penggabungan teknologi keuangan dengan hiburan di dunia gim.
Senada dengan OJK, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam, menegaskan bahwa Infinity Hackathon diharapkan menjadi jembatan menuju ekosistem pembiayaan berbasis kekayaan intelektual (Intellectual Property-based financing) di sektor ekonomi kreatif. Ia memandang, blockchain berpotensi menjadi "internet of value" yang mampu menjadi fondasi masa depan ekonomi kreatif Indonesia yang adil, inklusif, dan berdaya saing global.
Sementara, Direktur Eksekutif Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Asih Karnengsih, menyoroti aspek pendanaan yang krusial bagi para developer dan pelaku industri. "Banyak developer dan kreator memiliki proyek bagus, tetapi sulit bertahan karena keterbatasan akses pendanaan. Kami berharap ke depan ada lebih banyak inisiatif yang menjembatani inovasi dan keberlanjutan ini," ungkap Asih.
Baca Juga: OJK dan BlockDevId Dorong Pengembangan Talenta Digital di Industri Blockchain
Lihat Juga :