Produk Olahan Rempah Nekaboga Dilirik Perusahaan Arab hingga Afrika

Selasa, 21 Oktober 2025 - 22:24 WIB
loading...
Produk Olahan Rempah...
Produk olahan rempah asal Indonesia yang diproduksi PT Natura Perisa Aroma (NPA) melalui lini bisnisnya, Nekaboga menarik minat dari perusahaan Arab dan Afrika. Foto/Dok
A A A
TANGERANG - Produk olahan rempah asal Indonesia yang diproduksi PT Natura Perisa Aroma (NPA) melalui lini bisnisnya, Nekaboga menarik minat dari perusahaan Arab dan Afrika. Antusiasme ini terlihat saat Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang digelar di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Banten.

“Baru satu hari kami berpartisipasi di Trade Expo Indonesia, respons pasar sudah sangat positif. Banyak buyer dari berbagai negara yang tertarik dan melakukan penjajakan serius untuk kerja sama ekspor, terutama untuk komoditas unggulan seperti black pepper (lada hitam), white pepper (lada putih), turmeric (kunyit) dan cassia (kayu manis),” ujar Laksmi Istikasari, Sales & Marketing Manager Nekaboga, di Tangerang, Jumat (17/10).

Menurut Laksmi, minat tersebut datang antara lain dari perusahaan asal Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, serta India, Libya, dan Somalia. Beberapa di antaranya bahkan telah mengajukan permintaan untuk pengiriman sample rempah ke negaranya masing-masing sebagai tahap awal proses ekspor .

Baca Juga: Menjanjikan, Produk Rempah Bisa Jadi Primadona Ekspor RI ke Mesir

“Ketertarikan mereka tidak lepas dari pengalaman dan reputasi kami yang telah lama menembus pasar internasional. Kualitas produk Nekaboga sudah teruji di berbagai negara. Selain itu, seluruh produk kami telah melalui pengujian laboratorium yang ketat, sesuai standar nasional maupun internasional,” jelasnya.

Dalam menjamin mutu dan keamanan produk rempah dan bumbu di Indonesia, Nekaboga menjalankan bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir — mulai dari kemitraan dengan petani lokal, pengawasan mutu melalui laboratorium in-house berteknologi modern, hingga memastikan bisnis berjalan sesuai dengan prinsip Sustainability (berkelanjutan).

Nekaboga juga merupakan pelopor produsen rempah di Indonesia yang menerapkan steam sterilization process, yakni teknologi sterilisasi dengan panas dari uap air yang memadukan suhu dan tekanan tinggi dalam waktu singkat untuk menekan jumlah mikroorganisme tanpa bahan kimia ataupun iradiasi.

Proses ini memastikan rempah-rempah yang dihasilkan aman secara mikrobiologi, bebas dari residu kimia, serta tetap mempertahankan karakter warna, aroma, dan kualitas alaminya.

“Selama tiga dekade kami menjaga komitmen pada kualitas dan keberlanjutan. Hasilnya hampir 80 persen dari total produksi kami telah menjadi pasokan utama bagi berbagai industri makanan, penyedia layanan makanan, industri non-pangan, dan perusahaan ritel di luar negeri,” ungkap Laksmi.

Untuk memperkuat brand awareness, Nekaboga aktif menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai mitra dan lembaga pemerintah. Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat yang menopang reputasi Nekaboga di pasar global selama lebih dari 30 tahun.

Keikutsertaan Nekaboga dalam Trade Expo Indonesia 2025 juga merupakan bentuk dukungan terhadap program Kementerian Perindustrian RI yang mendorong perusahaan nasional agar memperkuat penetrasi pasar domestik sekaligus memperluas ekspor bernilai tambah tinggi.

Selama pameran berlangsung, Nekaboga menampilkan beragam produk rempah unggulan berbasis rempah-rempah khas Indonesia, seperti black pepper (lada hitam), white pepper (lada putih), cassia (kayu manis), turmeric (kunyit), coriander (ketumbar), nutmeg (pala), long pepper (cabe jamu), galangal (lengkuas), ginger (jahe), mace (fuli pala), cubeba pepper (kemukus), java turmeric (temulawak), hingga tamarind (asam jawa).

Seluruh bahan baku diperoleh langsung dari petani rempah di Indonesia, yang selama ini menjadi mitra utama dalam rantai pasok perusahaan. Nekaboga tidak hanya membeli hasil panen, tetapi juga melakukan pemberdayaan dan pelatihan berkelanjutan kepada petani agar mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian mereka, serta dapat memenuhi kriteria dan sertifikasi produk yang ditetapkan.

“Melalui kemitraan ini, kami ingin memastikan keberhasilan ekspor rempah Indonesia juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil,” kata Laksmi.

Berfokus pada produk rempah berkualitas, Nekaboga telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan berbagai standar internasional seperti American Spice Trade Association (ASTA), International Organization for Standardization (ISO) 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu, Food Chemicals Codex (FCC), dan Food Safety System Certification (FSSC) 22000 untuk sistem manajemen keamanan pangan.

Sementara itu Nekaboga juga melengkapi beragam sertifikasi internasional pendukung, antara lain sertifikasi rempah organik dari United States Department of Agricultur (USDA) dan EU–Regulation European Economic Community (EEC), serta tentunya sertifikasi HALAL MUI dan Kosher. Fasilitas Nekaboga juga telah terdaftar di Food and Drugs Administration (FDA) dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Pacu Ekspor Produk Pangan Olahan Indonesia ke Afrika

Dengan kualitas yang diakui global dan komitmen terhadap keberlanjutan, Nekaboga optimistis dapat memperluas kontribusinya di pasar dunia. Saat ini, produk-produk Nekaboga telah diekspor ke berbagai negara seperti Australia, Jepang, Singapura, Malaysia, Taiwan, India, Amerika Serikat, serta sejumlah negara Eropa seperti Belanda, Swedia, dan Jerman.

“Rempah bukan hanya warisan budaya, tapi juga masa depan ekonomi Indonesia. Kami ingin membawa cita rasa rempah Nusantara ke lebih banyak negara dan membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di panggung global,” tutup Laksmi.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Rekomendasi
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Dokter Ungkap Penyebab...
Dokter Ungkap Penyebab Bau Kaki yang Sebenarnya, Ternyata Bukan Karena Keringat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved