Siap Berlaku 2026, Pertamina Tegaskan BBM Campur Etanol 10% Tak Ganggu Performa Kendaraan
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
“Kami akan sediakan alat uji emisi di SPBU agar masyarakat bisa melihat sendiri perbandingan BBM biasa dan BBM etanol. Ini cara membuktikan langsung bahwa etanol lebih ramah lingkungan,” ujar Ega.
Selain memperluas distribusi Pertamax Green 95, Pertamina juga menyiapkan infrastruktur penyimpanan dan logistik untuk mendukung pasokan etanol nasional. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa ini bukan kebijakan coba-coba, tapi bagian dari rencana besar menuju kemandirian energi Indonesia,” kata Ega, tegas.
“Yang penting bagi konsumen, produknya aman untuk mesin, harganya terjangkau, dan ketersediaannya konsisten. Pemerintah jangan berubah arah di tengah jalan,” kata Tulus.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Daftar Negara yang Campur Etanol ke BBM, Brazil Sudah 100%
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik agar tidak muncul kesalahpahaman. “Opini negatif soal etanol sering muncul karena misinformasi atau kepentingan bisnis tertentu. Padahal, di banyak negara seperti Brasil, Thailand, dan Amerika Serikat, campuran etanol sudah menjadi hal biasa,” ucap Tulus.
Dengan kesiapan industri, dukungan masyarakat, dan kebijakan yang konsisten, program BBM campur etanol diharapkan menjadi langkah nyata Indonesia menuju ekonomi hijau dan ketahanan energi berkelanjutan.
Selain memperluas distribusi Pertamax Green 95, Pertamina juga menyiapkan infrastruktur penyimpanan dan logistik untuk mendukung pasokan etanol nasional. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa ini bukan kebijakan coba-coba, tapi bagian dari rencana besar menuju kemandirian energi Indonesia,” kata Ega, tegas.
Harapan Konsumen
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi menilai kebijakan E10 sejalan dengan upaya global mengurangi emisi karbon. Ia mendorong agar pemerintah menjalankannya secara konsisten dan memberikan insentif bagi masyarakat yang menggunakan energi hijau.“Yang penting bagi konsumen, produknya aman untuk mesin, harganya terjangkau, dan ketersediaannya konsisten. Pemerintah jangan berubah arah di tengah jalan,” kata Tulus.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Daftar Negara yang Campur Etanol ke BBM, Brazil Sudah 100%
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik agar tidak muncul kesalahpahaman. “Opini negatif soal etanol sering muncul karena misinformasi atau kepentingan bisnis tertentu. Padahal, di banyak negara seperti Brasil, Thailand, dan Amerika Serikat, campuran etanol sudah menjadi hal biasa,” ucap Tulus.
Dengan kesiapan industri, dukungan masyarakat, dan kebijakan yang konsisten, program BBM campur etanol diharapkan menjadi langkah nyata Indonesia menuju ekonomi hijau dan ketahanan energi berkelanjutan.
(akr)
Lihat Juga :