Kurs Rupiah Terkapar di Kisaran Rp16.736/USD Dihantam Faktor Eksternal
Senin, 17 November 2025 - 18:29 WIB
loading...
A
A
A
Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan yang ditetapkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, dipatok sebesar 5,4%. Target pemerintah tersebut masih mungkin tercapai, tergantung pada kecepatan dan efektivitas realisasi belanja pemerintah.
BI optimistis ke depan pengeluaran fiskal dapat direalisasi lebih cepat dari tahun ini, sehingga peluang pertumbuhan ekonomi 2026 mencapai 5,4% sebagaimana target Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN 2026 dapat terwujud.
Sementara itu, BI memproyeksikan inflasi pada 2026 akan berada di level 2,62%. Angka ini masih dalam kisaran sasaran inflasi BI sebesar 2,5% plus minus 1 persen, namun di atas asumsi dasar APBN 2026 yang sebesar 2,5%.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.730 - Rp16.770 per dolar AS.
BI optimistis ke depan pengeluaran fiskal dapat direalisasi lebih cepat dari tahun ini, sehingga peluang pertumbuhan ekonomi 2026 mencapai 5,4% sebagaimana target Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN 2026 dapat terwujud.
Sementara itu, BI memproyeksikan inflasi pada 2026 akan berada di level 2,62%. Angka ini masih dalam kisaran sasaran inflasi BI sebesar 2,5% plus minus 1 persen, namun di atas asumsi dasar APBN 2026 yang sebesar 2,5%.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.730 - Rp16.770 per dolar AS.
(akr)
Lihat Juga :