Kurs Rupiah Terkapar di Kisaran Rp16.736/USD Dihantam Faktor Eksternal
Senin, 17 November 2025 - 18:29 WIB
loading...
A
A
A
Hari ini para pelaku pasar juga akan mengambil lebih banyak isyarat dari pidato beberapa pejabat The Fed. John Williams, Philip Jefferson, Neel Kashkari, dan Christopher Waller dijadwalkan akan berpidato hari ini.
Selain itu, Ukraina melancarkan serangan besar-besaran terhadap Novorossiysk dan terminal Konsorsium Pipa Kaspia (CPC) di dekatnya, yang menyebabkan kerusakan dan menghentikan ekspor yang setara dengan sekitar 2 persen pasokan global. Namun, pada hari Minggu, laporan media mengatakan bahwa data pelacakan kapal tanker menunjukkan kapal tanker kembali memuat minyak mentah di pelabuhan.
Meskipun dimulainya kembali pemuatan membantu meredakan krisis pasokan, pasar tetap berhati-hati. Militer Ukraina mengatakan telah menyerang kilang Ryazan Rusia pada hari Sabtu dan kilang Novokuibyshevsk di wilayah Samara pada hari Minggu, menimbulkan kekhawatiran baru atas gangguan jangka panjang.
Dari sentimen domestik, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 mencapai 5,33%. Angka ini lebih rendah dari yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 5,4%. Proyeksi ini disusun dengan memperhitungkan kebijakan moneter yang akan ditempuh BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Rupiah Keok saat IHSG Perkasa, Mata Uang Garuda Hari Ini Sentuh Rp16.676 per USD
Selain itu, Ukraina melancarkan serangan besar-besaran terhadap Novorossiysk dan terminal Konsorsium Pipa Kaspia (CPC) di dekatnya, yang menyebabkan kerusakan dan menghentikan ekspor yang setara dengan sekitar 2 persen pasokan global. Namun, pada hari Minggu, laporan media mengatakan bahwa data pelacakan kapal tanker menunjukkan kapal tanker kembali memuat minyak mentah di pelabuhan.
Meskipun dimulainya kembali pemuatan membantu meredakan krisis pasokan, pasar tetap berhati-hati. Militer Ukraina mengatakan telah menyerang kilang Ryazan Rusia pada hari Sabtu dan kilang Novokuibyshevsk di wilayah Samara pada hari Minggu, menimbulkan kekhawatiran baru atas gangguan jangka panjang.
Dari sentimen domestik, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 mencapai 5,33%. Angka ini lebih rendah dari yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 5,4%. Proyeksi ini disusun dengan memperhitungkan kebijakan moneter yang akan ditempuh BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Rupiah Keok saat IHSG Perkasa, Mata Uang Garuda Hari Ini Sentuh Rp16.676 per USD
Lihat Juga :