Baru Mau Pulih, Bisnis Ritel Dihajar Lagi PSBB Jilid II

Selasa, 15 September 2020 - 09:00 WIB
loading...
A A A
Kehadiran mahkluk tak kasat mata Covid 19 juga membuat kinerja pengelola restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC), menukik. Jaringan restoran dengan slogan Jagonya Ayam, PT Fast Food Indonesia Tbk, selama semester I 2020 menderita rugi Rp142,23 miliar. Perolehan ini berbanding terbalik dengan semester I-2019 yang mampu meraup laba hingga Rp157,52 miliar.

Mengutip dari laporan keuangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) , Rabu, 9 September 2020, kerugian itu terjadi karena perusahaan pengelola restoran cepat saji ini mengalami penurunan pendapatan pada semester pertama ini. Tercatat, pendapatan perseroan pada periode tersebut sebesar Rp2,51 triliun. Perolehan itu merosot 25,42% secara tahunan. Sedangkan, pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan masih bisa meraup pendapatan Rp 3,37 Triliun.

Jebloknya perusahaan ritel akibat pandemi tidak hanya dialami di Indonesia saja. Secara global bisnis ritel memang tengah terpuruk. Di amerika sejumlah peritel pun harus menyatakan bangkrut dan mengajukan pailit. Seperti kondisi yang dialami oleh jaringan department store New York Century 21.

Perusahaan yang berdiri sejak 1961 ini, beberapa hari yng lalu mengajukan pailit dan mengumumkan akan menutup bisnisnya. New York Century 21 tercatat memiliki 13 toko yang sebagian besar berada di New York City dan daerah metropolitan sekitarnya dengan total 1.400 karyawan.

Selain Century 21, sejumlah toko kenamaan yang telah menyatakan kebangkrutannya selama pandemi adalah Brooks Brothers, JC Penney, J Crew, Neiman Marcus, dan Sur la Table. Lord & Taylor, salah satu toko di New York yang sudah berdiri sejak 1826, juga mengumumkan rencana untuk melikuidasi perusahaannya bulan lalu.

Sebelumnya pada Juli lalu, NPC International, pemegang waralaba terbesar restoran Pizza Hut di Amerika Serikat, telah mengajukan perlindungan kebangkrutan. NPC sendiri memiliki 1.225 lokasi Pizza Hut dan 385 restoran Wendy's yang dikelola oleh 7.500 karyawan penuh waktu, sekitar 28.500 pekerja paruh waktu, dan beroperasi di 30 negara bagian dan Distrik Columbia.

Langkah ini diambil karena penutupan sejumlah gerai akibat penyebaran Covid 19 di Amerika. Beban utang perusahaan sebesar USD 903 juta, membuat NPC benar-benar tak berdaya.
(eko)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rekomendasi
Jerman Ditahan Paraguay...
Jerman Ditahan Paraguay hingga Extra Time, Laga Berlanjut ke Adu Penalti
Mutasi Besar di Polda...
Mutasi Besar di Polda Lampung, Kapolresta hingga 6 Kapolres Diganti
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved