Blokir Total Gas Rusia di 2027, Uni Eropa Digugat Anggotanya

Jum'at, 05 Desember 2025 - 14:53 WIB
loading...
A A A
Kremlin turut mengecam langkah itu dan menyebut kebijakan UE akan membuat industri Eropa kurang kompetitif sekaligus menambah beban biaya bagi konsumen. Meski demikian, ketergantungan energi Eropa terhadap Rusia telah menurun signifikan, dari 45 persen sebelum invasi menjadi 12 persen pada Oktober tahun ini.

Berdasarkan regulasi baru, larangan impor LNG dari kontrak jangka pendek yang ditandatangani sebelum 17 Juni 2025 akan berlaku pada 25 April 2026, sementara gas pipa dilarang mulai 17 Juni 2026. Untuk kontrak jangka panjang, batas waktu penghentian ditetapkan awal 2027 dan awal Oktober 2026, dengan kemungkinan perpanjangan satu bulan bagi negara yang mengalami kendala pemenuhan kapasitas penyimpanan.

Baca Juga: 4 Drone Misterius Nyaris Tabrak Pesawat Presiden Ukraina Zelensky di Langit Irlandia

Selain gas, Komisi Eropa juga berkomitmen mengakhiri sisa impor minyak Rusia pada akhir 2027. Usulan legislasi terkait hal itu akan disampaikan pada awal tahun depan sebagai bagian dari upaya restrukturisasi pasokan energi kawasan.

Sebagai tindak lanjut, seluruh negara anggota UE diwajibkan menyerahkan rencana diversifikasi pasokan energi nasional paling lambat 1 Maret. Negara-negara juga harus melaporkan kontrak pasokan gas Rusia yang masih berlaku serta kebijakan larangan impor yang diterapkan di tingkat nasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Rekomendasi
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved