Kaleidoskop: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia Tahun 2025
Jum'at, 05 Desember 2025 - 20:26 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan pantauan, tidak sedikit netizen yang menyebut aturan tersebut menyengsarakan rakyat. Tidak sedikit juga yang menyebut wacana pemblokiran akun nganggur sebagai bentuk keserakahan negara terhadap rakyatnya.
"Ada aja si bangg nyusahin rakyat mulu ngasih makan ngga nyusahin iya, emang kalo ada uang di rekening harus tiap hari di pake gtu? siapa tau orng' nyimpen duit di rekening di pake pas kepepet doang bang yailah," tulis salah satu netizen.
"Kalau bikin kebijakan jangan nyusahin rakyat dong. Mending kalau prosesnya cepet untuk pembukaan rekening yang ditutup. Kalau saldo kosong sih ga masalah, tapi kalau ada saldo hasil nabung dengan susah payah tuh gimanaa? Tolol apa gimana sih?" sahut netizen lainnya.
"Yang jelas banyak yang keberatan pak. Kenapa membuat peratuan yang memberatkan rakyatnya. Kalian ini Sama saja merampok," timpal netizen lain.
Sri Mulyani menjabat Menteri Keuangan total sekitar 14 tahun dalam tiga era presiden (SBY -Susilo Bambang Yudhoyono-, Jokowi -Joko Widodo-, Prabowo), dikenal karena reformasi perpajakan dan bea cukai, menjaga stabilitas ekonomi pasca-krisis 1998, mengelola APBN saat pandemi COVID-19 dengan kebijakan fiskal adaptif, hingga memimpin pembiayaan infrastruktur, serta meraih banyak penghargaan internasional atas profesionalisme dan integritasnya dalam membangun Kementerian Keuangan yang profesional.
Reshuffle ini dilakukan setelah nama Sri Mulyani ramai diprotes masyarakat, akibat kebijakan perpajakan dan pernyataan terkait gaji guru. Rumah pribadinya bahkan menjadi salah satu sasaran penjarahan.
Menkeu Sri Mulyani adalah satu-satunya perempuan yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan RI dan orang kedua yang menjabat Menkeu dalam periode terlama setelah Ali Wardhana. Ali Wardhana menjabat sebagai Bendahara Negara sejak tahun 1968–1983 (± 15 tahun).
Dana ini disalurkan dengan skema mirip deposito, dikenakan biaya/bunga sekitar 4%, dan dilarang untuk dibelikan dolar AS, menciptakan efek ganda (multiplier effect) dengan membangun ekspektasi positif di pasar.
Meski demikian, pemerintah tidak akan melakukan intervensi langsung terhadap keputusan kredit di lapangan. Menkeu Purbaya menilai, perbankan memiliki ekspertis yang cukup untuk menyalurkan dana tersebut secara efektif ke sektor-sektor produktif.
Selain itu, Menkeu juga meminta Bank Sentral agar tidak menyerap kembali dana tersebut, sehingga aliran likuiditas benar-benar menggerakkan sektor riil. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong persaingan positif antarbank dalam menyalurkan kredit ke proyek produktif, menurunkan suku bunga pinjaman, dan sekaligus menekan bunga deposito.
Dengan demikian, masyarakat akan lebih terdorong untuk berinvestasi dan berbelanja dibanding hanya menyimpan uang di bank. Kebijakan ini pun mulai menunjukkan dampak nyata di pasar keuangan. Menkeu mengungkapkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebelumnya dikhawatirkan melemah, justru mengalami penguatan signifikan setelah kebijakan diumumkan.
“Orang pasar itu pintar-pintar. Mereka akan menganalisa perkataan dalam bentuk posisinya di portofolio,” pungkas Menkeu.
"Ada aja si bangg nyusahin rakyat mulu ngasih makan ngga nyusahin iya, emang kalo ada uang di rekening harus tiap hari di pake gtu? siapa tau orng' nyimpen duit di rekening di pake pas kepepet doang bang yailah," tulis salah satu netizen.
"Kalau bikin kebijakan jangan nyusahin rakyat dong. Mending kalau prosesnya cepet untuk pembukaan rekening yang ditutup. Kalau saldo kosong sih ga masalah, tapi kalau ada saldo hasil nabung dengan susah payah tuh gimanaa? Tolol apa gimana sih?" sahut netizen lainnya.
"Yang jelas banyak yang keberatan pak. Kenapa membuat peratuan yang memberatkan rakyatnya. Kalian ini Sama saja merampok," timpal netizen lain.
5. Sri Mulyani Lengser Digantikan Purbaya
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati dalam reshuffle kabinet yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9). Pergantian ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 86/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029.Sri Mulyani menjabat Menteri Keuangan total sekitar 14 tahun dalam tiga era presiden (SBY -Susilo Bambang Yudhoyono-, Jokowi -Joko Widodo-, Prabowo), dikenal karena reformasi perpajakan dan bea cukai, menjaga stabilitas ekonomi pasca-krisis 1998, mengelola APBN saat pandemi COVID-19 dengan kebijakan fiskal adaptif, hingga memimpin pembiayaan infrastruktur, serta meraih banyak penghargaan internasional atas profesionalisme dan integritasnya dalam membangun Kementerian Keuangan yang profesional.
Reshuffle ini dilakukan setelah nama Sri Mulyani ramai diprotes masyarakat, akibat kebijakan perpajakan dan pernyataan terkait gaji guru. Rumah pribadinya bahkan menjadi salah satu sasaran penjarahan.
Menkeu Sri Mulyani adalah satu-satunya perempuan yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan RI dan orang kedua yang menjabat Menkeu dalam periode terlama setelah Ali Wardhana. Ali Wardhana menjabat sebagai Bendahara Negara sejak tahun 1968–1983 (± 15 tahun).
6. Kucuran Dana Rp200 Triliun ke Himbara
Gebrakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa adalah memindahkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada September 2025. Tujuannya adalah untuk meningkatkan likuiditas perbankan, menekan suku bunga, dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil (UMKM, properti, otomotif) demi memacu pertumbuhan ekonomi nasional.Dana ini disalurkan dengan skema mirip deposito, dikenakan biaya/bunga sekitar 4%, dan dilarang untuk dibelikan dolar AS, menciptakan efek ganda (multiplier effect) dengan membangun ekspektasi positif di pasar.
Meski demikian, pemerintah tidak akan melakukan intervensi langsung terhadap keputusan kredit di lapangan. Menkeu Purbaya menilai, perbankan memiliki ekspertis yang cukup untuk menyalurkan dana tersebut secara efektif ke sektor-sektor produktif.
Selain itu, Menkeu juga meminta Bank Sentral agar tidak menyerap kembali dana tersebut, sehingga aliran likuiditas benar-benar menggerakkan sektor riil. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong persaingan positif antarbank dalam menyalurkan kredit ke proyek produktif, menurunkan suku bunga pinjaman, dan sekaligus menekan bunga deposito.
Dengan demikian, masyarakat akan lebih terdorong untuk berinvestasi dan berbelanja dibanding hanya menyimpan uang di bank. Kebijakan ini pun mulai menunjukkan dampak nyata di pasar keuangan. Menkeu mengungkapkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebelumnya dikhawatirkan melemah, justru mengalami penguatan signifikan setelah kebijakan diumumkan.
“Orang pasar itu pintar-pintar. Mereka akan menganalisa perkataan dalam bentuk posisinya di portofolio,” pungkas Menkeu.
7. Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah memberikan batas waktu satu tahun bagi Bea Cukai untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Jika perbaikan internal gagal menunjukkan hasil signifikan, opsi pembubaran siap diambil.(akr)
Lihat Juga :