Tolak Bagi-bagi Bonus, Dirut Baru Garuda Indonesia Potong Gaji Direksi 10%
Minggu, 07 Desember 2025 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
Selain kebijakan eksekutif, Glenny menyatakan telah membentuk kelompok kerja (pokja) khusus untuk mempercepat realisasi program efisiensi. Salah satunya mencakup penertiban fasilitas perjalanan dinas yang sempat memunculkan keluhan dari Jepang terkait penurunan kelas tiket perjalanan bisnis. Dengan temuan tersebut, Garuda melakukan pergantian staf perwakilan di Jepang dan memangkas jumlah personel menjadi hanya satu orang.
"Saya minta kepada human capital ganti perwakilan yang ada di Jepang. Langsung dibuat, hari itu juga ditarik balik. Dan efisiensi yang dilakukan juga, penempatan (biasanya) kita punya perwakilan 2-3 orang, itu kita cabut, hanya 1 orang. Biarkan local staff yang lebih banyak. Karena kita harus membiayai mereka punya allowance," ujar Glenny.
Baca Juga: Danantara: Banyak Pesawat Garuda Tak Bisa Terbang Jadi Beban Perusahaan
Sementara, Wakil Direktur Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, menyampaikan bahwa efisiensi juga dilakukan pada aspek teknis operasional, khususnya konsumsi avtur. Ia menyebut armada Garuda Indonesia berhasil menghemat penggunaan bahan bakar hingga 21 juta liter melalui perubahan prosedur taxiing di apron bandara.
"Jadi penggunaan avtur, kami juga kita lakukan efisiensi, yaitu pada waktu taxi kita pakai menggunakan satu engine supaya menghemat avtur dan itu sudah bisa menghasilkan (efisiensi) sekitar 21 juta liter," kata Thomas.
"Saya minta kepada human capital ganti perwakilan yang ada di Jepang. Langsung dibuat, hari itu juga ditarik balik. Dan efisiensi yang dilakukan juga, penempatan (biasanya) kita punya perwakilan 2-3 orang, itu kita cabut, hanya 1 orang. Biarkan local staff yang lebih banyak. Karena kita harus membiayai mereka punya allowance," ujar Glenny.
Baca Juga: Danantara: Banyak Pesawat Garuda Tak Bisa Terbang Jadi Beban Perusahaan
Sementara, Wakil Direktur Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, menyampaikan bahwa efisiensi juga dilakukan pada aspek teknis operasional, khususnya konsumsi avtur. Ia menyebut armada Garuda Indonesia berhasil menghemat penggunaan bahan bakar hingga 21 juta liter melalui perubahan prosedur taxiing di apron bandara.
"Jadi penggunaan avtur, kami juga kita lakukan efisiensi, yaitu pada waktu taxi kita pakai menggunakan satu engine supaya menghemat avtur dan itu sudah bisa menghasilkan (efisiensi) sekitar 21 juta liter," kata Thomas.
(nng)
Lihat Juga :