MDI Portfolio Impact Report 2025 Tunjukkan Dampak Lintas Sektor dari Startup
Rabu, 10 Desember 2025 - 20:24 WIB
loading...
A
A
A
MDI Ventures memberi prioritas kepada perusahaan yang memiliki theory of change atau peta perubahan yang jelas dan relevan dengan tujuan investasi, menunjukkan tata kelola yang kuat termasuk perlindungan data, serta menjalankan misi sosial lingkungan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh kelompok masyarakat yang lebih luas.
Pada saat yang sama, masing-masing startup diminta mengukur dan melacak metrik dampak yang paling relevan dengan model bisnisnya mulai dari jumlah penerima manfaat hingga penghematan sumber daya untuk kemudian dikompilasi MDI Ventures ke dalam rangkaian impact report yang terintegrasi.
Rangkaian MDI Portfolio Impact Report 2025 menyoroti delapan perusahaan portofolio yang bergerak di berbagai sektor: akuakultur (Delos), logistik (Paxel), insurtech (Qoala), solusi AI dan orkestrasi data (Volantis), loyalty dan rewards (Tada), digital identity (Privy), travel dan manajemen perjalanan (Opsigo), hingga manajemen tiket dan pengalaman (Goers).
Laporan ini memberikan gambaran bahwa dampak portofolio MDI Ventures 2024 tersebar di banyak titik: dari desa tambak hingga kota besar, dari UMKM hingga mitra korporasi. Baca Juga: MDI Ventures Dukung Sinergi Startup dan BUMN Garap Pasar Logistik
Sejumlah angka dalam laporan menggambarkan skala perubahan yang terjadi. Di bidang logistik, Paxel mengembangkan layanan Paxel Recycle yang memungkinkan pelanggan mengirim sampah anorganik rumah tangga untuk dikelola bersama mitra pengelola limbah.
Sepanjang 2024, tercatat 430 kiriman dari 69 pelanggan berbeda yang dikumpulkan lewat layanan ini. Paxel juga menggunakan kemasan ALVAboard yang dapat digunakan kembali lebih dari 100 kali untuk menggantikan karton sekali pakai, sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah kemasan di rantai logistik.
Di sektor insurtech, Qoala mencatat 445 juta polis microinsurance di Indonesia pada 2024, naik sekitar 166% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana produk asuransi dengan biaya terjangkau dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas serta memperkuat literasi perlindungan finansial.
Melalui platform loyalty dan rewards Tada, laporan mencatat jangkauan hingga sekitar 2 juta UMKM merchant dengan nilai gross merchandise value kumulatif sekitar USD300 juta sejak berdiri. Survei kepuasan pelanggan 2024 mencatat skor 90/100, sementara salah satu studi kasus dari jaringan frozen yoghurt Sour Sally menunjukkan aktivitas anggota program loyalti lebih dari 2,5 kali dibanding pelanggan walk-in dan imbal hasil sekitar lima kali dari biaya insentif setelah beralih ke kartu digital.
Pada saat yang sama, masing-masing startup diminta mengukur dan melacak metrik dampak yang paling relevan dengan model bisnisnya mulai dari jumlah penerima manfaat hingga penghematan sumber daya untuk kemudian dikompilasi MDI Ventures ke dalam rangkaian impact report yang terintegrasi.
Rangkaian MDI Portfolio Impact Report 2025 menyoroti delapan perusahaan portofolio yang bergerak di berbagai sektor: akuakultur (Delos), logistik (Paxel), insurtech (Qoala), solusi AI dan orkestrasi data (Volantis), loyalty dan rewards (Tada), digital identity (Privy), travel dan manajemen perjalanan (Opsigo), hingga manajemen tiket dan pengalaman (Goers).
Laporan ini memberikan gambaran bahwa dampak portofolio MDI Ventures 2024 tersebar di banyak titik: dari desa tambak hingga kota besar, dari UMKM hingga mitra korporasi. Baca Juga: MDI Ventures Dukung Sinergi Startup dan BUMN Garap Pasar Logistik
Sejumlah angka dalam laporan menggambarkan skala perubahan yang terjadi. Di bidang logistik, Paxel mengembangkan layanan Paxel Recycle yang memungkinkan pelanggan mengirim sampah anorganik rumah tangga untuk dikelola bersama mitra pengelola limbah.
Sepanjang 2024, tercatat 430 kiriman dari 69 pelanggan berbeda yang dikumpulkan lewat layanan ini. Paxel juga menggunakan kemasan ALVAboard yang dapat digunakan kembali lebih dari 100 kali untuk menggantikan karton sekali pakai, sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah kemasan di rantai logistik.
Di sektor insurtech, Qoala mencatat 445 juta polis microinsurance di Indonesia pada 2024, naik sekitar 166% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana produk asuransi dengan biaya terjangkau dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas serta memperkuat literasi perlindungan finansial.
Melalui platform loyalty dan rewards Tada, laporan mencatat jangkauan hingga sekitar 2 juta UMKM merchant dengan nilai gross merchandise value kumulatif sekitar USD300 juta sejak berdiri. Survei kepuasan pelanggan 2024 mencatat skor 90/100, sementara salah satu studi kasus dari jaringan frozen yoghurt Sour Sally menunjukkan aktivitas anggota program loyalti lebih dari 2,5 kali dibanding pelanggan walk-in dan imbal hasil sekitar lima kali dari biaya insentif setelah beralih ke kartu digital.
Lihat Juga :