Perkuat Posisi Global, BRICS Tolak Tudingan soal Serangan terhadap Dolar AS

Senin, 15 Desember 2025 - 11:26 WIB
loading...
Perkuat Posisi Global,...
Kelompok negara berkembang BRICS secara terkoordinasi berupaya meredam narasi soal ancaman terhadap dominasi dolar AS. FOTO/TASS
A A A
JAKARTA - Kelompok negara berkembang BRICS secara terkoordinasi berupaya meredam narasi soal ancaman terhadap dominasi dolar Amerika Serikat (AS). Kelompok negara berkembang yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia ini menegaskan bahwa kelompok tersebut berpegangan pada semangat kerja sama multilateral dan bukan konfrontasi.

Penegasan ini muncul di tengah tekanan dan peringatan keras dari Presiden AS Donald Trump mengenai rencana BRICS untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang AS. Pada Juli lalu, Trump bahkan mengumumkan rencana pemberlakuan tarif 10% terhadap negara-negara anggota BRICS, menyebut blok ini sebagai "serangan terhadap dolar."

Baca Juga: Brasil dan China Kian Solid, Dorong Yuan Jadi Alternatif Dolar AS dalam Perdagangan BRICS

Wakil Presiden Brasil, Geraldo Alckmin, yang juga menjabat Menteri Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Jasa, menjadi salah satu suara utama yang membantah persepsi tersebut. Dalam wawancara dengan News18 yang dirilis Jumat lalu, Alckmin dengan tegas menyatakan, "BRICS tidak ditujukan terhadap negara mana pun."

Ia menjelaskan inti dari blok yang kini mewakili lebih dari 40% populasi dunia ini adalah memberikan suara lebih besar bagi ekonomi berkembang dan alat yang lebih efektif dalam sistem global yang masih didominasi oleh ekonomi maju. Alckmin juga menegaskan bahwa diskusi tentang penyelesaian transaksi dalam mata uang lokal bertujuan semata-mata untuk "mengurangi biaya dan kerentanan, bukan untuk menggantikan dolar AS."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Rekomendasi
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Berita Terkini
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Program Tabungan Dahsyat...
Program Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank Perkuat Loyalitas Nasabah
Musim Liburan Sekolah,...
Musim Liburan Sekolah, 418.000 Pemudik Nikmati Diskon Penyeberangan ASDP
PNM Mekaar Salurkan...
PNM Mekaar Salurkan Pembiayaan 23,3 Juta Nasabah Prasejahtera
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Pacu Kinerja, Pelindo...
Pacu Kinerja, Pelindo Sinergi Lokaseva Rombak Jajaran Direksi
Infografis
Prediksi AS, Atas Serangan...
Prediksi AS, Atas Serangan Balik Ukraina Terhadap Pasukan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved