Trump dan Xi Jinping Damai, Ekspor Harta Karun Langka China Melonjak 13%

Jum'at, 19 Desember 2025 - 07:55 WIB
loading...
A A A
Menurut laporan Reuters, batch pertama lisensi ekspor yang disederhanakan diterbitkan awal Desember kepada sejumlah produsen magnet besar di China. Izin baru itu berlaku selama satu tahun dan terikat pada pelanggan tertentu, menggantikan mekanisme persetujuan kasus per kasus yang selama ini memperlambat ekspor.

Pelonggaran tersebut juga berdampak positif bagi perusahaan Eropa. Kepala perdagangan Komisi Eropa, Maros Sefcovic, mengatakan kepada Bloomberg Television bahwa China telah mulai memberikan lisensi dengan masa berlaku lebih panjang agar perusahaan Eropa dapat mengamankan pasokan mineral kritis. Industri Eropa, kata dia, sudah menerima laporan awal terkait penerbitan lisensi umum tersebut.

Baca Juga: Diancam Akan Ditenggelamkan AS dan Jepang, Kapal Induk Tercanggih China Dekati Taiwan

Analis menilai pengetatan kontrol bumi langka pada April lalu sempat memberi Beijing kekuatan tawar besar dalam negosiasi dagang. Gangguan pasokan memaksa sejumlah produsen otomotif global menghentikan produksi akibat kekurangan magnet permanen berkekuatan tinggi.

China saat ini mendominasi sekitar 70% produksi bumi langka dunia dan menguasai hampir 90% kapasitas pengolahannya. Posisi tersebut menjadikan bumi langka sebagai instrumen strategis dalam perdagangan global, dengan peran vital bagi teknologi energi bersih, industri pertahanan, hingga manufaktur berteknologi tinggi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
Rekomendasi
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Kasus Covid-19 di Pedesaan...
Kasus Covid-19 di Pedesaan China Mulai Naik, Xi Jinping Resah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved