Awal Tahun 2026, Rupiah Loyo ke Rp16.725 per Dolar AS

Jum'at, 02 Januari 2026 - 18:00 WIB
loading...
Awal Tahun 2026, Rupiah...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (2/1/2026). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (2/1/2026), turun 38 poin atau sekitar 0,23 persen ke level Rp16.725 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember, yang dirilis pada hari Selasa lalu menunjukkan pejabat The Fed yang terpecah. Beberapa pejabat Federal Reserve (Fed) mengatakan mungkin yang terbaik adalah membiarkan suku bunga tidak berubah untuk sementara waktu setelah komite melakukan tiga kali penurunan suku bunga tahun ini.

"Namun, beberapa pembuat kebijakan menilai bahwa kemungkinan akan tepat untuk mempertahankan penurunan suku bunga lebih lanjut jika inflasi menurun dari waktu ke waktu," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Masih Lanjut, Hari Ini Jadi Rp16.788 per Dolar AS

Selain itu, Rusia dan Ukraina saling tuding melakukan serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru, meskipun ada pembicaraan intensif yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun. Kyiv telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia dalam beberapa bulan terakhir, dengan tujuan memutus sumber pendanaan Moskow untuk kampanye militernya di Ukraina.

Dan dalam tindakan terbaru pemerintahan Presiden Trump untuk meningkatkan tekanan pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Washington pada hari Rabu menjatuhkan sanksi kepada empat perusahaan dan kapal tanker minyak terkait yang menurut mereka beroperasi di sektor minyak Venezuela.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Rekomendasi
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved