Menuju Peluncuran Mata Uang Bersama di 2026, BRICS Masih Terbelah

Minggu, 04 Januari 2026 - 08:10 WIB
loading...
A A A
Vasily Zhabykin, salah satu penulis white paper Unit, berusaha meluruskan misi proyek ini. "Unit dirancang untuk meningkatkan efisiensi arus modal yang saat ini tidak berfungsi optimal, tidak hanya menjadi 'pembunuh dolar'. Ia lebih merupakan obat bagi kanker sentralisasi," ujarnya. Namun, narasi ini perlu dibuktikan dengan kesiapan teknis dan politik yang lebih mapan.



Tantangan lain yang tak kalah pelik adalah perbedaan struktur ekonomi yang sangat tajam di antara kelima negara anggota. Mulai dari ekonomi terkendali negara ala China, demokrasi dengan kontrol modal moderat di India, Rusia yang terbebani sanksi internasional, volatilitas nilai tukar di Brasil, hingga pengangguran struktural di Afrika Selatan. Tanpa mekanisme yang mampu menjembatani perbedaan ini, sistem moneter bersama akan sulit diwujudkan.

Menyikapi kompleksitas tantangan ini, banyak bank sentral dan pengamat bersikap sangat hati-hati. Sebagaimana ditegaskan ekonom Rusia Yevgeny Biryukov, emas bagi BRICS lebih merupakan alat perlindungan dari risiko sanksi dan aset berharga yang diakui secara global. Implementasi penuh mata uang bersama BRICS diperkirakan kecil kemungkinannya terwujud sebelum tahun 2030, bahkan tidak menutup kemungkinan proyek ini mengalami penundaan lebih lanjut jika hambatan-hambatan mendasar tidak segera diatasi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Rekomendasi
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Evaluasi untuk Wujudkan Harapan Warga
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Kecelakaan Maut Truk...
Kecelakaan Maut Truk Tabrak Sejumlah Motor di Bekasi, Polisi Periksa Saksi dan CCTV
Berita Terkini
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved