Menuju Peluncuran Mata Uang Bersama di 2026, BRICS Masih Terbelah

Minggu, 04 Januari 2026 - 08:10 WIB
loading...
Menuju Peluncuran Mata...
Inisiatif mata uang bersama BRICS yang berbasis emas, yang dikenal sebagai Unit, menghadapi berbagai tantangan kompleks menjelang rencana peluncuran global. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Inisiatif mata uang bersama BRICS yang berbasis emas, yang dikenal sebagai "Unit", menghadapi berbagai tantangan kompleks menjelang rencana peluncuran globalnya. Proyek ambisius yang digagas untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS ini terbentur pada persoalan mendasar, mulai dari kesenjangan infrastruktur teknis, belum solidnya koordinasi kebijakan antarnegara anggota, hingga meningkatnya skeptisisme terhadap kelayakan dan legitimasinya.

Dikutip dari Watcher Guru, tantangan terbesar justru bersumber dari dalam blok sendiri, yaitu belum adanya kesepakatan menyeluruh mengenai kerangka dasar mata uang bersama. Sikap negara-negara anggota menunjukkan perbedaan yang mencolok. Presiden Rusia Vladimir Putin, misalnya, pada November 2024 menyatakan bahwa Rusia tidak berniat meninggalkan dolar AS, suatu pernyataan yang meredam antusiasme sebelumnya. India secara tegas menolak konsep mata uang bersama karena kekhawatiran akan pembalasan dagang dari Amerika Serikat.

Baca Juga: 2026, Akankah Menjadi Tahun Runtuhnya Dominasi Dolar AS?

Sementara, China yang memegang cadangan emas terbesar di blok ini masih memilih bersikap bungkam mengenai partisipasi resminya. Brasil, meski awalnya antusias, belum menunjukkan dukungan konkret yang memadai. Perbedaan pandangan yang tajam ini menciptakan masalah koordinasi yang serius, menghambat terciptanya sistem moneter terpadu yang menjadi cita-cita awal.

Di sisi teknis, kredibilitas proyek ini juga dipertanyakan. Program percontohan yang diluncurkan pada 31 Oktober 2025 dengan penerbitan 100 Unit oleh International Research Institute for Advanced Systems ternyata diwarnai dokumen yang mengandung kesalahan ejaan dan spesifikasi tidak lengkap. Hingga Desember 2024, bank sentral utama negara-negara BRICS pun belum memberikan konfirmasi menyeluruh tentang sistem operasional yang akan digunakan.

Baca Juga: Penampakan Presiden Maduro Dibawa ke Kapal Perang AS: Diborgol dan Mata Ditutup

Infrastruktur pendukung pun menjadi persoalan besar. Untuk menyimpan sekitar 6.000 metrik ton emas yang menjadi basis aset, diperlukan fasilitas penyimpanan aman berkapasitas sekitar 300 meter kubik dengan biaya pemeliharaan tahunan yang diperkirakan mencapai 579 hingga USD965 juta. Rencana implementasi yang ada saat ini dinilai belum mengakomodasi kebutuhan logistik dan keamanan yang sangat krusial ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Rekomendasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved