AS Serang Venezuela hingga Rumah Putin Ditembaki Drone, Harga Emas Diramal Menggila

Minggu, 04 Januari 2026 - 15:00 WIB
loading...
A A A
Faktor utama yang menggerakkan pasar adalah rentetan peristiwa geopolitik luar biasa di awal tahun. Ibrahim menyoroti serangan drone ke kediaman resmi Putin yang memicu balasan masif Rusia ke Ukraina, serta ketegangan di Iran akibat intervensi Amerika Serikat terhadap demonstrasi besar-besaran di sana.

Namun, peristiwa yang paling mengejutkan adalah aksi militer Amerika Serikat di bawah perintah Donald Trump yang melakukan penyerangan ke Venezuela serta menangkap Presiden Maduro dan istrinya untuk dibawa ke Amerika Serikat."Geopolitik memang benar-benar membuat harga emas kemungkinan besar akan kembali melakukan kenaikan yang cukup signifikan," tegas Ibrahim.

Baca Juga: Penampakan Presiden Maduro Dibawa ke Kapal Perang AS: Diborgol dan Mata Ditutup

Langkah sepihak Trump tanpa persetujuan Kongres ini diprediksi akan menimbulkan mosi tidak percaya dari Partai Demokrat dan memanaskan situasi internal di Amerika Serikat. Di sisi lain, kebijakan Bank Sentral Amerika yang kembali mengucurkan stimulus sebesar USD40 miliar per bulan untuk buyback obligasi turut memberikan tenaga bagi emas untuk terus menguat.

Selain faktor ketegangan, Ibrahim juga melihat adanya sisi positif dari ekonomi China yang mulai pulih pasca krisis properti, yang didukung oleh data infrastruktur akhir 2025 yang solid. Meski ekonomi China yang membaik memberikan sentimen positif bagi Asia, Ibrahim memperingatkan bahwa sentimen "perang" tetap mendominasi pasar. Ketegangan internasional pasca penangkapan Maduro oleh tentara Amerika dipastikan memicu kecaman luas dari Rusia hingga negara-negara Eropa, sehingga aset aman (safe haven) seperti emas akan menjadi buruan utama investor.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Rekomendasi
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Berita Terkini
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved