Membaca Prospek Industri Air Minum Dalam Kemasan di 2026
Selasa, 06 Januari 2026 - 22:35 WIB
loading...
A
A
A
Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan, pentingnya penguatan permintaan domestik, peningkatan daya saing industri nasional, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif sebagai kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada 2026.
Baca Juga: Munas XI Aspadin Menguatkan Tekad Mewujudkan Industri AMDK Berdaya Saing
Secara historis, industri AMDK di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang relatif konsisten dalam satu dekade terakhir, didorong oleh pertumbuhan penduduk, urbanisasi, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akses air minum yang aman.
Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Indonesia pada 2025 menunjukkan kinerja yang positif, stabil, dan resilien, dengan peran strategis dalam menopang sektor makanan dan minuman sebagai kontributor utama industri pengolahan nonmigas. Saat ini terdapat sekitar 707 pabrik AMDK berkapasitas terpasang ±47 miliar liter per tahun, tingkat utilisasi konsisten di atas 70%, serta menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung.
Daya saing industri didukung penerapan standar mutu melalui 1.348 sertifikat SNI aktif, kontribusi ekspor yang tumbuh, serta langkah awal transformasi Industri 4.0, sekaligus didorong untuk memperkuat keberlanjutan, ekonomi sirkular, dan pengelolaan sumber daya air guna menjaga pertumbuhan jangka panjang.
Dengan proyeksi ekonomi nasional yang tetap solid, dukungan kebijakan pemerintah, serta peran aktif Asosiasi Produsen Air Kemasan Nusantara (AMDATARA) di bawah kepemimpinan Karyanto Wibowo, industri AMDK diproyeksikan mampu terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia pada 2026.
Baca Juga: Munas XI Aspadin Menguatkan Tekad Mewujudkan Industri AMDK Berdaya Saing
Secara historis, industri AMDK di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang relatif konsisten dalam satu dekade terakhir, didorong oleh pertumbuhan penduduk, urbanisasi, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akses air minum yang aman.
Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Indonesia pada 2025 menunjukkan kinerja yang positif, stabil, dan resilien, dengan peran strategis dalam menopang sektor makanan dan minuman sebagai kontributor utama industri pengolahan nonmigas. Saat ini terdapat sekitar 707 pabrik AMDK berkapasitas terpasang ±47 miliar liter per tahun, tingkat utilisasi konsisten di atas 70%, serta menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung.
Daya saing industri didukung penerapan standar mutu melalui 1.348 sertifikat SNI aktif, kontribusi ekspor yang tumbuh, serta langkah awal transformasi Industri 4.0, sekaligus didorong untuk memperkuat keberlanjutan, ekonomi sirkular, dan pengelolaan sumber daya air guna menjaga pertumbuhan jangka panjang.
Dengan proyeksi ekonomi nasional yang tetap solid, dukungan kebijakan pemerintah, serta peran aktif Asosiasi Produsen Air Kemasan Nusantara (AMDATARA) di bawah kepemimpinan Karyanto Wibowo, industri AMDK diproyeksikan mampu terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia pada 2026.
(akr)
Lihat Juga :