Bangkitkan Ekonomi Domestik, Bank Mandiri Terus Salurkan Kredit Program PEN
Rabu, 16 September 2020 - 18:36 WIB
loading...
Sulaeman saat membuka kegiatan Gathering dan Sosialisasi Program PEN kepada para pelaku UMKM Jawa Barat di Bandung, Rabu (16/9/2020).
A
A
A
BANDUNG - Bank Mandiri terus berupaya membangkitkan ekonomi dalam negeri yang terdampak pandemi covid-19. Salah satunya dengan konsisten menyalurkan kredit produktif dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Di Jawa Barat, Bank Mandiri Region VI/Jawa I telah menyaluran kredit produktif bagi UMKM sebesar Rp1,27 triliun hingga 14 September 2020. Pembiayaan tersebut terbagi atas penyaluran pada segmen UKM sebesar Rp640 miliar, segmen mikro KUM (Kredit Usaha Mikro) Rp177 miliar, dan mikro KUR (Kredit Usaha Rakyat) senilai Rp458 miliar.
Kredit program PEN ini disalurkan ke sektor usaha yang membantu penguatan ketahanan pangan (antara lain sektor pertanian, perkebunan, peternakan & perikanan), sektor perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, serta sektor konstruksi
Regional CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa I Sulaeman mengungkapkan pihaknya akan terus menyalurkan kredit produktif dalam program PEN karena saat ini Bank Mandiri menyadari tingginya kebutuhan permodalan para pelaku usaha untuk menyerap berbagai risiko yang ada dalam menjaga keberlangsung usaha di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi ke depan.
"Meskipun realisasi penyaluran PEN Bank Mandiri Regional VI/Jawa 1 telah melewati target awal internal, kami akan tetap menyalurkan kredit PEN secara cepat dan tepat sasaran. Untuk itu, kami akan menggandeng berbagai komponen masyarakat, termasuk nasabah eksisting, serta memanfaatkan seluruh sumber daya di Bank Mandiri," kata Sulaeman saat membuka kegiatan Gathering dan Sosialisasi Program PEN kepada para pelaku UMKM Jawa Barat di Bandung, Rabu (16/9/2020) untuk memperkuat pemahaman terkait prosedur dan produk kredit program PEN di Bank Mandiri yang bisa diakses masyarakat.
Di Jawa Barat, Bank Mandiri Region VI/Jawa I telah menyaluran kredit produktif bagi UMKM sebesar Rp1,27 triliun hingga 14 September 2020. Pembiayaan tersebut terbagi atas penyaluran pada segmen UKM sebesar Rp640 miliar, segmen mikro KUM (Kredit Usaha Mikro) Rp177 miliar, dan mikro KUR (Kredit Usaha Rakyat) senilai Rp458 miliar.
Kredit program PEN ini disalurkan ke sektor usaha yang membantu penguatan ketahanan pangan (antara lain sektor pertanian, perkebunan, peternakan & perikanan), sektor perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, serta sektor konstruksi
Regional CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa I Sulaeman mengungkapkan pihaknya akan terus menyalurkan kredit produktif dalam program PEN karena saat ini Bank Mandiri menyadari tingginya kebutuhan permodalan para pelaku usaha untuk menyerap berbagai risiko yang ada dalam menjaga keberlangsung usaha di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi ke depan.
"Meskipun realisasi penyaluran PEN Bank Mandiri Regional VI/Jawa 1 telah melewati target awal internal, kami akan tetap menyalurkan kredit PEN secara cepat dan tepat sasaran. Untuk itu, kami akan menggandeng berbagai komponen masyarakat, termasuk nasabah eksisting, serta memanfaatkan seluruh sumber daya di Bank Mandiri," kata Sulaeman saat membuka kegiatan Gathering dan Sosialisasi Program PEN kepada para pelaku UMKM Jawa Barat di Bandung, Rabu (16/9/2020) untuk memperkuat pemahaman terkait prosedur dan produk kredit program PEN di Bank Mandiri yang bisa diakses masyarakat.
Lihat Juga :