Thomas Djiwandono Jalani Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, Rupiah Tersenyum
Senin, 26 Januari 2026 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Setelah Thomas menyelesaikan sesi paparannya yang dijadwalkan berakhir pada pukul 17.00 WIB, Komisi XI DPR RI akan langsung bergerak cepat. Rapat internal segera digelar sore ini untuk menentukan siapa di antara ketiga kandidat tersebut yang paling layak menduduki posisi strategis di MH Thamrin.
Baca Juga: Independensi BI Terancam Tukar Guling Thomas Djiwandono dan Juda Agung, Benarkah?
Sentimen pencalonan Thomas Djiwandono ternyata memberikan dampak instan pada pasar keuangan. Ekonom sekaligus pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mencatat bahwa nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level Rp16.782 per Dolar AS pada hari ini.
Penguatan ini dinilai sebagai bentuk optimisme pasar terhadap kapabilitas Thomas yang saat ini juga menjabat sebagai Wamenkeu.
“Selain itu, pasar merespon positif terhadap Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Komisi XI DPR RI sore ini,” tulis Ibrahim.
Kombinasi antara latar belakang Thomas di Kementerian Keuangan dan pengalaman dua rivalnya dari internal BI memberikan harapan akan kepemimpinan bank sentral yang lebih sinergis dengan kebijakan fiskal pemerintah di masa depan.
Baca Juga: Independensi BI Terancam Tukar Guling Thomas Djiwandono dan Juda Agung, Benarkah?
Sentimen pencalonan Thomas Djiwandono ternyata memberikan dampak instan pada pasar keuangan. Ekonom sekaligus pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mencatat bahwa nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level Rp16.782 per Dolar AS pada hari ini.
Penguatan ini dinilai sebagai bentuk optimisme pasar terhadap kapabilitas Thomas yang saat ini juga menjabat sebagai Wamenkeu.
“Selain itu, pasar merespon positif terhadap Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Komisi XI DPR RI sore ini,” tulis Ibrahim.
Kombinasi antara latar belakang Thomas di Kementerian Keuangan dan pengalaman dua rivalnya dari internal BI memberikan harapan akan kepemimpinan bank sentral yang lebih sinergis dengan kebijakan fiskal pemerintah di masa depan.
(akr)
Lihat Juga :