IMF Panik, Dolar AS Terancam Kolaps
Rabu, 28 Januari 2026 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
"CIPS akan memungkinkan integrasi yang lebih besar dengan mitra dagang utama dan menawarkan beragam opsi bagi klien kami untuk mengoptimalkan operasi mereka," ujar Head of Client Coverage Standard Bank, Crosby Mkhwanazi.
Rusia dan China bahkan hampir sepenuhnya melakukan dedolarisasi perdagangan bilateral. Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov menyebut 99,1% transaksi antara kedua negara kini diselesaikan dalam rubel dan yuan, sementara CIPS telah memiliki 1.467 peserta tidak langsung di 119 negara.
Baca Juga: Memanas, Iran Nyatakan Wilayah Udara Hormuz Berbahaya, Perang Bisa Pecah
Meski demikian, sejumlah pejabat dan analis menilai dolar belum menghadapi pengganti dalam waktu dekat. Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar menegaskan dolar masih menjadi sumber stabilitas ekonomi global dan India tidak memiliki kebijakan untuk menggantikannya sebagai mata uang cadangan utama.
Georgieva juga mengakui status dolar sebagai mata uang cadangan dunia tidak mungkin berubah dalam waktu dekat. Namun, ia mendorong Uni Eropa meningkatkan penerbitan obligasi bersama sebagai alternatif aset aman bagi investor global, seiring semakin nyatanya dinamika dedolarisasi di negara-negara Global South.
Rusia dan China bahkan hampir sepenuhnya melakukan dedolarisasi perdagangan bilateral. Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov menyebut 99,1% transaksi antara kedua negara kini diselesaikan dalam rubel dan yuan, sementara CIPS telah memiliki 1.467 peserta tidak langsung di 119 negara.
Baca Juga: Memanas, Iran Nyatakan Wilayah Udara Hormuz Berbahaya, Perang Bisa Pecah
Meski demikian, sejumlah pejabat dan analis menilai dolar belum menghadapi pengganti dalam waktu dekat. Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar menegaskan dolar masih menjadi sumber stabilitas ekonomi global dan India tidak memiliki kebijakan untuk menggantikannya sebagai mata uang cadangan utama.
Georgieva juga mengakui status dolar sebagai mata uang cadangan dunia tidak mungkin berubah dalam waktu dekat. Namun, ia mendorong Uni Eropa meningkatkan penerbitan obligasi bersama sebagai alternatif aset aman bagi investor global, seiring semakin nyatanya dinamika dedolarisasi di negara-negara Global South.
(nng)
Lihat Juga :