Indonesia Bisa Gantikan China Sebagai Destinasi Investasi, Asal...
Kamis, 17 September 2020 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, kalangan pengusaha lokal juga tak perlu merasa khawatir tersaingi terkait masuknya investor asing di dalam negeri. “Saya kira, kalau punya nilai tambah, akan positif bagi pengusaha lain. Kalau ini terlaksana, kita optimis relokasi investasi dari China ke Indonesia bisa terealisasi,” pungkasnya.
Sementara itu, ekonom Indef Bhima Yudhistira Adinegara mengatakan, persoalan Indonesia bakal menggantikan China sebagai negara tujuan investasi bisa terealisasi, namun tidak dalam waktu dekat. Menurut dia, pemerintah harus menyelesaikan persoalan sederhana bagi kalangan usaha terkait kemudahan berusaha. (Baca juga: Obral Tanah Gratis, Erick Thohir Sebut Investor Engga Usah Pusing Pembebasan Lahan )
“Di dalamnya ada hambatan birokrasi, persoalan lahan dan koordinasi pemerintah pusat dan daerah. Kalau ini saja dituntaskan baru kita bicara lebih jauh Indonesia menggantikan China sebagai negara tujuan investasi,” ujarnya.
Menurut dia, Indonesia saat ini masih berusaha mengatasi persoalan Covid-19. Persoalan relokasi investasi dari China ke Indonesia juga tidak seperti yang digemborkan pemerintah. “Karena masih ada Vietnam yang secara ease of doing of bussiness itu masih lebih baik dilihat oleh investor asing,” ucapnya.
Dia menambahkan, RUU Cipta Tenaga Kerja juga belum sepenuhnya memberikan solusi terhadap keran invetasi asing di dalam negeri. “Karena masih banyak pertentangan juga. Apakah itu dari tenaga kerja, masyarakat desa yang terkait dengan kepemilikan lahan dan sebagainya,” pungkasnya.
Sementara itu, ekonom Indef Bhima Yudhistira Adinegara mengatakan, persoalan Indonesia bakal menggantikan China sebagai negara tujuan investasi bisa terealisasi, namun tidak dalam waktu dekat. Menurut dia, pemerintah harus menyelesaikan persoalan sederhana bagi kalangan usaha terkait kemudahan berusaha. (Baca juga: Obral Tanah Gratis, Erick Thohir Sebut Investor Engga Usah Pusing Pembebasan Lahan )
“Di dalamnya ada hambatan birokrasi, persoalan lahan dan koordinasi pemerintah pusat dan daerah. Kalau ini saja dituntaskan baru kita bicara lebih jauh Indonesia menggantikan China sebagai negara tujuan investasi,” ujarnya.
Menurut dia, Indonesia saat ini masih berusaha mengatasi persoalan Covid-19. Persoalan relokasi investasi dari China ke Indonesia juga tidak seperti yang digemborkan pemerintah. “Karena masih ada Vietnam yang secara ease of doing of bussiness itu masih lebih baik dilihat oleh investor asing,” ucapnya.
Dia menambahkan, RUU Cipta Tenaga Kerja juga belum sepenuhnya memberikan solusi terhadap keran invetasi asing di dalam negeri. “Karena masih banyak pertentangan juga. Apakah itu dari tenaga kerja, masyarakat desa yang terkait dengan kepemilikan lahan dan sebagainya,” pungkasnya.
(ind)
Lihat Juga :