Menjembatani Aset Dunia Nyata dengan Teknologi Blockchain
Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
“Model ini memungkinkan kepemilikan secara fraksional serta distribusi imbal hasil secara otomatis melalui smart contract,” jelas Kenny Li.
Pemilihan lapangan padel sebagai fokus investasi didasarkan pada keunggulan efisiensi bisnis olahraga ini. Satu lapangan padel hanya membutuhkan sekitar 200 m2, memungkinkan hingga tiga lapangan dibangun dalam luas lahan yang setara dengan satu lapangan tenis.
Selain itu, olahraga padel memiliki tingkat loyalitas pemain yang tinggi, dengan retensi mencapai 92%. Angka itu mendukung pengembalian modal yang relatif cepat, yakni sekitar 12 hingga 16 bulan di pasar dengan permintaan tinggi.
“Secara global, jumlah lapangan padel diproyeksikan melampaui 81.000 unit pada 2027, dengan Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, mencatatkan tingkat adopsi hampir 400% dalam waktu kurang dari tiga tahun,” ujar Kenny Li.
Baca Juga: Teknologi Blockchain Dorong Perekonomian Digital di Indonesia
Pemilihan lapangan padel sebagai fokus investasi didasarkan pada keunggulan efisiensi bisnis olahraga ini. Satu lapangan padel hanya membutuhkan sekitar 200 m2, memungkinkan hingga tiga lapangan dibangun dalam luas lahan yang setara dengan satu lapangan tenis.
Selain itu, olahraga padel memiliki tingkat loyalitas pemain yang tinggi, dengan retensi mencapai 92%. Angka itu mendukung pengembalian modal yang relatif cepat, yakni sekitar 12 hingga 16 bulan di pasar dengan permintaan tinggi.
“Secara global, jumlah lapangan padel diproyeksikan melampaui 81.000 unit pada 2027, dengan Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, mencatatkan tingkat adopsi hampir 400% dalam waktu kurang dari tiga tahun,” ujar Kenny Li.
Baca Juga: Teknologi Blockchain Dorong Perekonomian Digital di Indonesia
Lihat Juga :