AS-Iran Memanas, Tarif Tanker Minyak ke China Tembus Rp2,1 Miliar per Hari
Rabu, 04 Februari 2026 - 22:08 WIB
loading...
A
A
A
Selain faktor keamanan, kondisi pasar struktural turut menjaga tarif tanker tetap berada di posisi tinggi. Analis dari Jefferies memperkirakan utilisasi armada kapal tanker super akan mencapai 92 persen pada tahun 2026, yang merupakan angka tertinggi dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir.
Ketatnya pasokan armada ini juga merupakan dampak dari sanksi Barat terhadap kapal-kapal yang terlibat dalam perdagangan minyak dengan Rusia, Iran, dan Venezuela. Kebijakan tersebut secara otomatis mengurangi jumlah kumpulan kapal yang tersedia di pasar reguler, sehingga meningkatkan persaingan untuk mendapatkan ruang muat.
Di sisi lain, penambahan armada baru di pasar global diprediksi tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Pengiriman kapal tanker super baru diperkirakan belum akan meningkatkan pasokan secara signifikan setidaknya hingga paruh kedua tahun 2026, sehingga tren tarif tinggi diproyeksikan masih akan bertahan.
Baca Juga: India Pangkas Impor, Ratusan Ribu Barel Minyak Rusia Terombang-ambing di Laut
Meski sempat terjadi penurunan harga minyak dunia sebesar USD2 per barel pada Senin menyusul tanda-tanda de-eskalasi, industri pengiriman tetap berada dalam posisi siaga. Kementerian Perkapalan Yunani terus memantau dampak sanksi baru Uni Eropa terhadap Iran yang berpotensi memperburuk situasi di Selat Hormuz. Kombinasi antara risiko navigasi di jalur laut sempit tersebut dan keterbatasan armada dunia memastikan bahwa pasar tanker akan tetap berada dalam fase volatilitas tinggi selama ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah belum mereda sepenuhnya.
Ketatnya pasokan armada ini juga merupakan dampak dari sanksi Barat terhadap kapal-kapal yang terlibat dalam perdagangan minyak dengan Rusia, Iran, dan Venezuela. Kebijakan tersebut secara otomatis mengurangi jumlah kumpulan kapal yang tersedia di pasar reguler, sehingga meningkatkan persaingan untuk mendapatkan ruang muat.
Di sisi lain, penambahan armada baru di pasar global diprediksi tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Pengiriman kapal tanker super baru diperkirakan belum akan meningkatkan pasokan secara signifikan setidaknya hingga paruh kedua tahun 2026, sehingga tren tarif tinggi diproyeksikan masih akan bertahan.
Baca Juga: India Pangkas Impor, Ratusan Ribu Barel Minyak Rusia Terombang-ambing di Laut
Meski sempat terjadi penurunan harga minyak dunia sebesar USD2 per barel pada Senin menyusul tanda-tanda de-eskalasi, industri pengiriman tetap berada dalam posisi siaga. Kementerian Perkapalan Yunani terus memantau dampak sanksi baru Uni Eropa terhadap Iran yang berpotensi memperburuk situasi di Selat Hormuz. Kombinasi antara risiko navigasi di jalur laut sempit tersebut dan keterbatasan armada dunia memastikan bahwa pasar tanker akan tetap berada dalam fase volatilitas tinggi selama ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah belum mereda sepenuhnya.
(nng)
Lihat Juga :