Diakui Dunia, Pertumbuhan Keuangan Syariah Indonesia Tak Secepat Konvensional
Kamis, 17 September 2020 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, operasional jasa keuangan syariah harus berinovasi untuk bisa menjadi yang terdepan dalam pelayanan berbasis digital. Di sisi lain, jasa keuangan syariah harus mampu melayani ekosistem ekonomi syariah sehingga diperlukan dukungan induk usaha melalui konsep platform sharing.
"Jadi kita selama ini utak-atik SDM-nya, bolak-balik produknya tetapi sebenarnya ekosistemnya tidak pernah disentuh. Inilah saatnya kita menjahit bagaimana mendukung ekosistem ekonomi syariah," tuturnya. ( Baca juga:Tidak Pakai Masker, 50 Warga Sunter Didenda Usai Sidang Tipiring )
Menurut Wimboh, dari segi kapasitas, industri keuangan syariah tidak ada masalah karena baik dari produk, SDM, maupun teknologi sudah tersedia. Namun kapasitas industri keuangan syariah tersebut masih tergolong kecil.
Dari total aset, sektor perbankan syariah telah mencapai Rp545,39 triliun yang terdiri dari 14 bank umum syariah, 20 unit usaha syariah, dan 162 bank pembiayaan rakyat syariah.
"Tapi demand-nya ada apa engga? Dari sisi permintaan pertumbuhannya tidak secepat konvensional. Ini tantangan kita. Dari jumlah banyak, tapi dari size kecil," tandasnya.
"Jadi kita selama ini utak-atik SDM-nya, bolak-balik produknya tetapi sebenarnya ekosistemnya tidak pernah disentuh. Inilah saatnya kita menjahit bagaimana mendukung ekosistem ekonomi syariah," tuturnya. ( Baca juga:Tidak Pakai Masker, 50 Warga Sunter Didenda Usai Sidang Tipiring )
Menurut Wimboh, dari segi kapasitas, industri keuangan syariah tidak ada masalah karena baik dari produk, SDM, maupun teknologi sudah tersedia. Namun kapasitas industri keuangan syariah tersebut masih tergolong kecil.
Dari total aset, sektor perbankan syariah telah mencapai Rp545,39 triliun yang terdiri dari 14 bank umum syariah, 20 unit usaha syariah, dan 162 bank pembiayaan rakyat syariah.
"Tapi demand-nya ada apa engga? Dari sisi permintaan pertumbuhannya tidak secepat konvensional. Ini tantangan kita. Dari jumlah banyak, tapi dari size kecil," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :