Hadirkan Standar Baru, Era Trading Berbasis Real-Time Intelligence Muncul

Senin, 02 Maret 2026 - 21:38 WIB
loading...
A A A
Tidak semua perusahaan sekuritas memiliki kapabilitas teknis tersebut, mengingat kompleksitas engineering dan kebutuhan investasi teknologi yang signifikan. Banyak platform memilih tetap pada model data viewer karena lebih sederhana dan lebih ringan secara sistem.

IPOT memilih jalan berbeda: membangun engine algoritmik LADI secara internal untuk memastikan indikator diperbarui secara kontinu seiring transaksi terjadi di pasar.

Teknologi Institutional, Kini untuk Retail

Accummulation/Distribution Indicator merupakan alat analisis yang lazim digunakan dalam trading institusional untuk membaca tekanan beli dan jual sebelum sepenuhnya tercermin dalam harga.

Dengan menghadirkan LADI ke investor retail, IPOT melakukan demokratisasi teknologi institutional-grade. Investor ritel kini memiliki akses terhadap alat presisi tinggi yang sebelumnya identik dengan pelaku pasar besar.

Langkah ini sekaligus menandai pergeseran paradigma industri: dari kompetisi berbasis kemudahan tampilan menuju kompetisi berbasis kualitas engine analitik.

Pilihan Investor

Dalam lanskap persaingan yang semakin kompetitif, investor kini dihadapkan pada dua pendekatan: menggunakan indikator berbasis data historis atau indikator berbasis real-time dengan visibilitas tekanan pasar langsung.

IPOT meyakini bahwa masa depan industri sekuritas Indonesia berada pada model live intelligence, di mana kecepatan, presisi, dan kemampuan membaca tekanan pasar menjadi fondasi utama pengambilan keputusan investasi.

“Investor berhak mendapatkan teknologi yang selaras dengan dinamika pasar. Jika pasar bergerak real-time, indikator seharusnya juga real-time,” tutup Moleonoto The, President Director & CEO PT. Indo Premier Sekuritas.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
Belajar dari Pengalaman...
Belajar dari Pengalaman Pahit, Pentingnya Memilih Platform Investasi yang Terjamin Legalitasnya
5 Platform Crypto Terbaik...
5 Platform Crypto Terbaik 2026
7 Platform Crypto Futures...
7 Platform Crypto Futures Indonesia, Aman dan Resmi di 2026
Rekomendasi
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved