Hadirkan Standar Baru, Era Trading Berbasis Real-Time Intelligence Muncul

Senin, 02 Maret 2026 - 21:38 WIB
loading...
A A A
IPOT melalui LADI menghadirkan standar baru dengan live Accumulation/Distribution Indicator berbasis streaming data, Monitoring beberapa saham sekaligus dalam satu layar. Lalu komparasi performa 1D, 1M, 1Y, YTD hingga 10Y secara dinamis, dan deteksi tekanan akumulasi dan distribusi tanpa delay.

President Director & CEO PT. Indo Premier Sekuritas, Moleonoto menyampaikan, bahwa dalam pasar yang volatil, selisih waktu sekecil apa pun dapat berdampak langsung pada kualitas entry dan exit.

“Pasar bergerak setiap detik. Jika indikator yang digunakan investor tidak bergerak secepat pasar, maka akan muncul gap antara realitas dan persepsi. Dalam trading, gap tersebut dapat berarti masuk setelah momentum selesai atau keluar setelah distribusi terjadi," terangnya

Risiko Nyata dari Indikator Non-Live

IPOT menyoroti bahwa penggunaan indikator non-real-time bukan sekadar keterbatasan fitur, tetapi memiliki implikasi risiko yang nyata bagi investor retail.

Pertama, keterlambatan deteksi akumulasi atau distribusi dapat menyebabkan investor masuk ketika fase akumulasi sudah hampir selesai atau keluar setelah distribusi berlangsung. Momentum utama sering kali terjadi sebelum harga bergerak signifikan—dan indikator berbasis data viewer berpotensi tertinggal.

Kedua, munculnya false sense of timing. Investor merasa telah membaca sinyal pasar, padahal indikator yang digunakan merepresentasikan kondisi historis, bukan tekanan yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Sistem Keamanan IPOT Dirancang untuk Tidak Tembus Phishing

Ketiga, indikator non-live mendorong trading reaktif berbasis harga, bukan berbasis tekanan underlying. Dalam kondisi volatilitas tinggi, pendekatan reaktif meningkatkan risiko kesalahan eksekusi.

Keempat, tanpa integrasi real-time dalam satu tampilan, investor dipaksa berpindah halaman untuk verifikasi tambahan, yang dalam praktiknya memperlambat proses analisis. Dalam konteks ini, IPOT menilai bahwa standar teknologi industri perlu berevolusi. Jika pasar bergerak real-time, maka indikator juga seharusnya real-time.

Kompleksitas di Balik Real-Time Intelligence

Mengembangkan indikator real-time bukan sekadar pembaruan tampilan antarmuka. Dibutuhkan infrastruktur data streaming berkecepatan tinggi, sistem low-latency, kemampuan algorithmic coding presisi tinggi, serta tim kuantitatif internal yang mampu merancang dan menguji model analitik secara berkelanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
Belajar dari Pengalaman...
Belajar dari Pengalaman Pahit, Pentingnya Memilih Platform Investasi yang Terjamin Legalitasnya
5 Platform Crypto Terbaik...
5 Platform Crypto Terbaik 2026
7 Platform Crypto Futures...
7 Platform Crypto Futures Indonesia, Aman dan Resmi di 2026
Rekomendasi
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved